Rayakan Pergantian Tahun 2026, Wali Kota Bandung Pastikan Kondisi Kota Aman, Nyaman, dan Kondusif

Avatar photo

Porosmedia.com, Bandung – Kota Bandung menyambut Tahun Baru 2026 dengan suasana penuh kehangatan dan ketertiban. Meski dirayakan tanpa pesta kembang api, antusiasme ribuan warga tetap tinggi memadati sejumlah titik ikonis kota seperti Alun-alun Bandung, Jalan Asia Afrika, Braga, hingga kawasan Dago pada Rabu malam (31/12/2025).

​Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memimpin langsung pemantauan situasi di lapangan menggunakan kendaraan roda dua. Didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Farhan menyisir sejumlah titik strategis guna memastikan keamanan masyarakat yang merayakan pergantian tahun.

​”Alhamdulillah, berdasarkan pantauan di lapangan, tidak ada kejadian menonjol. Suasana meriah dan warga menikmati malam pergantian tahun dengan sangat tertib,” ujar Farhan saat memberikan keterangan di Balai Kota Bandung, Rabu malam.

Dalam tinjauan tersebut, rombongan menyambangi beberapa titik krusial, mulai dari Pos Pengamanan Stasiun Bandung, Paskal 23, hingga Pos Pengamanan Terpadu Soekarno-Hatta. Tercatat, Stasiun Bandung mengalami lonjakan penumpang yang mencapai 20.000 hingga 30.000 orang per hari menjelang pergantian tahun.

​”Memang terjadi kepadatan di area stasiun, namun tetap terkendali. Kami juga memastikan tim kesehatan tetap siaga di lokasi untuk melayani warga yang mungkin mengalami gangguan kesehatan setelah perjalanan jauh,” tambahnya.

Baca juga:  SP3JB: Jawa Barat Dilanda Bencana Alam dan Bencana Kebijakan, Gubernur Mulyadi Justru Melakukan Kunker ke Provinsi Lain

​Sebanyak 18 Pos Pengamanan (Pos Pam) disiagakan di seluruh penjuru kota dengan personel gabungan dari TNI, Polri, serta unsur Pemerintah Kota Bandung. Farhan menegaskan bahwa seluruh area publik mulai dibersihkan pada pukul 01.00 WIB guna mencegah kerumunan yang berkepanjangan dan menjaga estetika kota.

Tahun ini, Pemerintah Kota Bandung memilih konsep perayaan tanpa kembang api. Keputusan ini justru mendapat apresiasi positif dari warga karena menciptakan suasana yang lebih ramah bagi anak-anak dan lansia. Minimnya polusi suara dan asap membuat momen refleksi akhir tahun terasa lebih khidmat dan manusiawi.

​Geliat ekonomi pun tetap terasa kuat. Para pelaku UMKM dan pedagang kaki lima di pusat keramaian melaporkan peningkatan penjualan yang signifikan, membuktikan bahwa daya tarik ekonomi Bandung tetap kokoh tanpa perlu kemewahan berlebih.

Menutup tahun 2025, Wali Kota Farhan memaknainya sebagai tahun pembelajaran bagi masa awal kepemimpinannya. Ia mengakui berbagai tantangan, mulai dari mitigasi bencana hingga persoalan hukum, dapat dilalui berkat soliditas Forkopimda yang luar biasa.

Baca juga:  Beri Pelayanan Kesehatan, Satgas Yonif 323 Buaya Putih Blusukan Ke Kampung Pedalaman Papua

​Menatap tahun 2026, Pemkot Bandung telah menyiapkan sejumlah program prioritas, di antaranya:

  • Program Prakarsa: Pembenahan permukiman dan penguatan kewilayahan.
  • Infrastruktur: Percepatan pembangunan 17 ruas jalan utama kota.
  • Mitigasi Bencana: Penguatan deteksi dini bersama Forkopimcam.
  • Pariwisata: Pengembangan sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) dan Sport Tourism.

​”Pelajaran terpenting dari tahun lalu adalah kita tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi lintas daerah dan institusi adalah kunci untuk menjadikan Bandung kota yang lebih maju dan nyaman bagi semua,” pungkas Farhan.