HUT KPJ Bandung ke-36: Dari Trotoar Menjadi Panggung Perjuangan

Avatar photo

Porosmedia.com, Bandung – Memasuki usia ke-36 tahun, Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Bandung memperingati momen penting ini sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang, serta doa bagi negeri yang tengah menghadapi beragam krisis sosial.

Bagi KPJ Bandung, suara jalanan bukan sekadar lantunan nada. Itu adalah jeritan kehidupan anak-anak jalanan yang berjuang menghadapi kerasnya realitas. Rasa syukur menjadi kekuatan untuk bertahan, sementara doa adalah harapan agar Indonesia tetap tegak dengan rakyat kecil sebagai penopangnya.

Perayaan HUT ke-36 ini tidak hanya dimaknai sebagai pesta, melainkan juga refleksi dan konsolidasi. KPJ Bandung ingin meneguhkan daya juang, memperkuat persaudaraan, serta memberi kontribusi bagi Bandung sebagai kota yang kreatif, humanis, dan berkeadilan.

KPJ Bandung menegaskan komitmennya untuk menjaga kondusivitas, membangun kreativitas yang positif, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan. Setiap anggota wajib memegang prinsip dasar:

1. Tidak melakukan tindakan kriminal.

2. Tidak berseteru dengan sesama saudara.

Dengan tegas, KPJ Bandung menolak segala bentuk kriminalitas. Seni jalanan, bagi mereka, adalah ruang berkarya dan perjuangan, bukan jalan untuk merusak.

Baca juga:  Tebar Senyum Keramahan, Pos Benawa Satgas Yonif 641/Bru Lakukan Anjangsana Ke Kampung Nungkere

Program Nyata KPJ Bandung

Sejak berdiri, KPJ Bandung tidak hanya bernyanyi di jalanan, tetapi juga melahirkan berbagai program yang membuktikan bahwa seni jalanan dapat menjadi instrumen perjuangan sosial, seni, dan kebudayaan. Beberapa di antaranya:

Musik On The Street Industri – menjembatani musisi jalanan dengan ekosistem industri musik.

Inkubasi, Workshop, dan Coaching Klinik – meningkatkan kapasitas, kreativitas, dan manajemen diri musisi jalanan.

Fasilitas Latihan Musik dan Rekaman – menyediakan ruang latihan serta studio sederhana agar musisi jalanan lebih profesional.

Program Semangat Kebangsaan dan Pemajuan Kebudayaan – menegaskan seni jalanan sebagai kekayaan bangsa sekaligus penguat solidaritas sosial.

Aksi Konser Protes Sosial (2024): “Konser Kemiskinan dan Kelaparan” – bentuk kritik sosial atas kondisi rakyat kecil.

Album Kompilasi “Langkah – Musik Trotoar” (2023) – upaya menghadirkan karya musisi jalanan ke ruang digital.

Musyawarah dan Pengukuhan Struktur Organisasi (2023) – penataan internal demi organisasi yang lebih solid dan mandiri.

Pemutihan Keanggotaan dan KTA Baru

Dalam momentum HUT ke-36, KPJ Bandung melaksanakan pemutihan keanggotaan untuk menata ulang data, memperkuat loyalitas anggota, serta menjaga marwah organisasi agar tetap bersih dari kepentingan sempit.

Baca juga:  Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggelar Kick Off Urban Features

Seiring dengan itu, diluncurkan Kartu Tanda Anggota (KTA) baru sebagai simbol legalitas, profesionalitas, dan kesiapan KPJ Bandung dalam menjalin kolaborasi yang lebih luas demi terwujudnya Bandung yang kreatif, inklusif, dan berdaya.

Sementara itu, Ketua KPJ Bandung, Cepi Suhendar, menyampaikan, “HUT ini adalah tanda syukur atas perjalanan panjang KPJ Bandung. Dengan doa untuk negeri, kami tegaskan kembali: musik jalanan bukan sekadar hiburan, melainkan suara perjuangan hidup anak jalanan. Pemutihan dan KTA baru adalah cara kami menata diri agar perjuangan tetap murni dan tidak tergadaikan. Dan yang terpenting, KPJ Bandung berdiri tegak menolak segala bentuk kriminalitas.”

Sementara itu, Ketua Panitia HUT ke-36, Rohayandi, menambahkan, “Syukur dan doa adalah energi yang menyatukan. Perayaan ini bukan sekadar peringatan, melainkan konsolidasi perjuangan. Melalui program-program yang kami jalankan, KPJ Bandung ingin menunjukkan bahwa seni jalanan bisa menjadi ruang pembelajaran, pemberdayaan, sekaligus perjuangan kebangsaan.”

Goresan Doa dan Motto KPJ Bandung

“Ya Allah, jadikanlah usia 36 tahun KPJ Bandung ini berkah. Kuatkanlah persaudaraan kami, jaga langkah perjuangan kami, dan lapangkan jalan bagi negeri ini menuju keadilan, kemanusiaan, dan kemajuan.”

Baca juga:  Inilah caranya Saran dari OJK untuk Manfaatkan Pinjol, Bisa Cek ke 081157157157

Motto KPJ Bandung:

Jalanan Bukan Sandaran

Jalanan Bukan Pelarian

Jalanan Adalah Kehidupan

Jalanan Bukan Impian

Jalanan Bukan Hayalan

Jalanan Adalah Kenyataan

Selama roda berputar, semangat juang jalanan pantang pudar.