Telkom University dan DPRD Indramayu Dorong Digitalisasi Desa Wisata Ujunggebang

Avatar photo

Porosmedia.com, Bandung – Akselerasi pengembangan potensi destinasi wisata daerah tidak lagi sebatas mengandalkan keindahan alam semata. Di tengah pesatnya era digitalisasi dan perubahan pola konsumsi informasi wisatawan, penguatan identitas merek (branding) serta standar pelayanan prima menjadi kunci utama dalam daya saing destinasi berbasis masyarakat.

​Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Penguatan Branding Desa Wisata Ujunggebang melalui Komunikasi Digital Berbasis Media Sosial” yang diselenggarakan di Desa Ujunggebang, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, pada Kamis (10/9/2026).

​Agenda kolaboratif ini melibatkan Tim Dosen Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial Universitas Telkom, DPRD Kabupaten Indramayu, serta Pemerintah Desa Ujunggebang, dengan diikuti sebanyak 29 peserta yang terdiri dari pengelola destinasi dan tokoh masyarakat setempat.

​Anggota DPRD Kabupaten Indramayu, H. Bhisma Panji Dhewantara, S.Si., Apt., secara resmi membuka kegiatan ini. Turut hadir Kepala Desa Ujunggebang, Sarjani, yang menyambut baik kemitraan lintas sektor dalam mendorong kemandirian ekonomi desa berbasis pariwisata.

​Strategi Branding dan Narratif Komunikasi Digital

​Dosen Universitas Telkom, Dr. Nur Atnan, dalam paparan metodenya menekankan bahwa branding desa wisata tidak sekadar pembuatan visual logo atau materi promosi artifisial, melainkan pembentukan reputasi, persepsi, dan pengalaman otentik pengunjung.

​Menurutnya, Desa Ujunggebang memiliki pilar aset ekosistem yang kaya—mulai dari lanskap pesisir, aktivitas nelayan dan petani, tradisi lokal, hingga daya tarik Pantai Plentong. Potensi tersebut perlu dikemas melalui pendekatan brand storytelling dan pembagian content pillar yang terstruktur pada media sosial.

​”Aktivitas harian masyarakat, kebudayaan, serta produk kuliner lokal dapat ditransformasikan menjadi narasi digital yang konsisten. Media sosial bukan sekadar etalase jualan, melainkan sarana membangun citra dan diferensiasi destinasi dalam jangka panjang,” ujar Nur Atnan.

​Standardisasi Pelayanan Prima Destinasi

​Selain penetrasi komunikasi digital, kualitas interaksi langsung di lapangan menjadi perhatian utama. Akademisi Universitas Telkom lainnya, Yuliani Rachma Putri, Ph.D., menyampaikan materi mengenai Pelayanan Prima dalam Pengelolaan Destinasi Wisata dan Pantai Plentong.

​Ia menggarisbawahi pentingnya keramahtamahan, efektivitas komunikasi, kenyamanan fasilitas, serta standar manajemen pelayanan guna memberikan impresi positif dan kepuasan bagi para wisatawan.

​Melalui sinergi akademisi, legislator, dan pemerintah desa ini, pengelola Desa Wisata Ujunggebang dan Pantai Plentong diharapkan mampu mengimplementasikan strategi tata kelola konten digital secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan standar pelayanan publik di sektor pariwisata daerah.