Sambut Program SMK Go Global P2MI, Pemkot Bandung Genjot Pelatihan Bahasa dan Proteksi PMI

Avatar photo

Porosmedia.com, Bandung – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) resmi mengulirkan program SMK Go Global guna memperluas penetrasi tenaga kerja domestik di pasar internasional. Kendati demikian, efektivitas program ini di tingkat daerah dinilai sangat bergantung pada kesiapan kompetensi, penguasaan bahasa, serta jaminan perlindungan hukum bagi para calon Pekerja Migran Indonesia (PMI).

​Menanggapi implementasi program tersebut di tingkat lokal, Kepala UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung, Erwin, menegaskan bahwa besarnya peluang pasar kerja luar negeri harus diimbangi dengan standar kualifikasi calon pekerja yang matang.

​Menurutnya, penguasaan bahasa asing dan penyesuaian budaya kerja negara tujuan menjadi benteng utama agar tenaga kerja asal Bandung tidak sekadar terserap, tetapi juga memiliki daya saing serta terlindungi secara hukum.

​”Banyaknya kesempatan kerja di luar negeri tentu perlu disikapi dengan kesiapan yang terukur dari para calon tenaga kerja. Fokus utamanya bukan hanya pada keterampilan teknis (hard skills), melainkan penguasaan bahasa dan pemahaman terhadap regulasi di negara tujuan,” ujar Erwin dalam keterangannya, Jumat (30/10/2026).

Baca juga:  Gerak Cepat Personel Satgas Yonif 122/TS Pos Mosso Terhadap Korban Kecelakaan Tunggal

​Penguatan Bahasa dan Peran LPK SO

​Sebagai langkah konkrit dalam mendukung daya saing warga Bandung, Disnaker Kota Bandung mencatat sepanjang tahun 2026 telah memfasilitasi pelatihan bahasa Jepang bagi 130 peserta. Program ini terealisasi melalui kemitraan strategis bersama sejumlah Lembaga Pelatihan Kerja Sending Organization (LPK SO).

​Meski mengusung nomenklatur ‘SMK’, program SMK Go Global sejatinya tidak terbatas bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan semata, melainkan terbuka luas untuk masyarakat umum yang memenuhi kriteria kualifikasi.

​Di sisi lain, pengamat ketenagakerjaan mengingatkan agar sinergi antara Disnaker dan LPK SO terus diawasi secara ketat. Hal ini penting guna memastikan seluruh proses rekrutmen, pelatihan, hingga pemberangkatan berjalan sesuai dengan prosedur resmi (procedural compliance) untuk mengantisipasi potensi tindak pidana perdagangan orang (TPPO) atau penipuan berkedok magang.

​Erwin menekankan, pemahaman atas prosedur penempatan yang sah (prosedur prosedural/non-unprosedural) menjadi harga mati bagi setiap calon PMI.

​”Persiapan matang dan penggunaan jalur resmi adalah kunci agar masyarakat dapat memanfaatkan peluang karir internasional secara aman, nyaman, dan terlindungi oleh regulasi negara,” tambahnya.

Baca juga:  Kota Bandung dan Tiongkok Dorong Kolaborasi SDM Inovatif dan Diplomasi Digital Kaum Muda

​Akses Informasi Resmi

​Untuk menghindari simpang siur informasi maupun potensi penipuan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, masyarakat Kota Bandung yang berminat mengikuti Program SMK Go Global diimbau untuk menguji validitas informasi hanya melalui saluran resmi.

​Informasi pendaftaran dan kriteria persyaratannya dapat dipantau secara berkala melalui media sosial resmi Kementerian P2MI serta akun Instagram Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat di @bp3mi_jabar.

​Sinergi tripartit antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga pelatihan yang kredibel diharapkan mampu mencetak SDM asal Kota Bandung yang unggul, bermartabat, serta terlindungi penuh di kancah global. (Redaksi/PM)

​