Porosmedia.com, Bandung – Menyongsong bulan suci Ramadhan 1447 H, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami Syi’arul Islam menggelar rapat koordinasi pengurus di Serambi Masjid pada Sabtu (24/01/2026). Pertemuan yang berlangsung khidmat di penghujung bulan Rajab ini bertujuan mematangkan kesiapan fisik, mental, hingga manajemen organisasi demi memaksimalkan pelayanan ibadah bagi jamaah.
Sebagai pembuka rangkaian kegiatan, DKM menjadwalkan agenda Tarhib Ramadhan yang akan diisi dengan Tabligh Akbar pada pertengahan bulan Sya’ban, tepatnya 2 Februari 2026. Ulama kondang asal Singaparna, KH Toto, dijadwalkan hadir untuk memberikan tausiyah spiritual.
Ustadz Apip, perwakilan Bidang Imarah, menekankan bahwa seluruh program ini disusun berdasarkan skala prioritas melalui mekanisme musyawarah mufakat. “Langkah ini diambil untuk memastikan kemaslahatan bersama, termasuk dalam pengelolaan pendanaan kegiatan yang didukung secara swadaya oleh internal pengurus,” ujarnya.
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah teknis pelaksanaan Salat Tarawih. Untuk mengakomodasi keragaman aspirasi jamaah dan menjaga kondusifitas wilayah, DKM Syi’arul Islam secara bijak memfasilitasi dua skema pelaksanaan:
- Formasi 8 Rakaat + 3 Rakaat Witir
- Formasi 20 Rakaat + 3 Rakaat Witir
Pelaksanaan Salat Witir direncanakan akan mengoptimalkan ruang serambi masjid guna menjaga kelancaran alur ibadah. Selain itu, DKM akan memberdayakan potensi imam internal masjid yang dikombinasikan dengan imam luar secara terukur (satu kali dalam seminggu) sebagai upaya syiar dan penguatan jejaring antar-masjid.
Memasuki pembahasan muamalah, DKM melakukan restrukturisasi kepanitiaan zakat dengan semangat transparansi dan kaderisasi. Formatur zakat tahun ini akan melibatkan para pemuda dari Ikatan Remaja Masjid (IRMA/Formasi) dengan pendampingan intensif dari pengurus senior.
”Kami mengedepankan kompetensi, kejujuran, dan amanah. Pelibatan anak muda adalah investasi jangka panjang untuk melahirkan kader pengelola masjid yang profesional,” tambah perwakilan pengurus dalam rapat tersebut.
DKM juga menyoroti data mustahik (penerima zakat) di lingkungan RW 09. Berdasarkan data tahun 2024, terdapat konsentrasi mustahik di RT 01 sebanyak 56 jiwa dan RT 04 sebanyak 85 jiwa. DKM bersama pengurus RT dan RW berkomitmen untuk mengawal distribusi zakat agar tepat sasaran, dengan harapan taraf ekonomi warga semakin membaik sehingga jumlah mustahik menurun di masa mendatang.
Di akhir pertemuan, muncul aspirasi kuat untuk menjadikan Masjid Jami Syi’arul Islam sebagai pusat seluruh aktivitas keagamaan dan sosial warga RW 09, mulai dari distribusi zakat, pelaksanaan kurban, hingga pelaksanaan Salat Idul Fitri 1447 H yang direncanakan akan dipusatkan di masjid tersebut.
Ketua DKM berharap, koordinasi yang matang ini dapat menghantarkan jamaah pada kesempurnaan ibadah baik secara kualitas maupun kuantitas.
Bambang | Porosmedia







