Porosmedia.com, Kab. Bandung – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Yayasan Gugus Anti Narkotika Nusantara (YGANN) melakukan langkah taktis dalam memperkuat struktur organisasi di tingkat daerah. Bertempat di Sutan Raja Hotel and Convention Centre, Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat malam (19/12/2025), DPP menggelar agenda supervisi dan silaturahmi bersama jajaran DPD YGANN Provinsi Jawa Barat.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum YGANN, Nurfrafyanti Fanny, didampingi Ketua DPD YGANN Jabar, Yanto D. Gunawan. Pertemuan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk evaluasi kinerja guna memastikan program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) berjalan linier di seluruh tingkatan.
Rekam Jejak dan Komitmen Organisasi
Dalam arahannya, Nurfrafyanti Fanny merefleksikan perjalanan YGANN yang lahir di tengah krisis pandemi Covid-19. Meski menghadapi tantangan berat, konsistensi organisasi ini membuahkan pengakuan negara. YGANN tercatat sebagai satu-satunya organisasi pegiat anti-narkoba yang menerima penghargaan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) RI pada puncak peringatan HANI 2022 di Bali.
”Dari 34 provinsi, YGANN terpilih sebagai lembaga masyarakat yang dinilai berjasa dalam aksi nyata P4GN. Ini adalah beban moral sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas kinerja individu maupun organisasi melalui bimbingan dan umpan balik yang terukur,” tegas Fanny.
Saat ini, YGANN telah bertransformasi menjadi organisasi modern dengan infrastruktur mandiri, di antaranya:
- Balai Rehabilitasi: Kapasitas tampung 300-400 penyalahguna narkoba.
- Digitalisasi: Aplikasi komunitas pegiat narkoba nasional serta platform pengaduan masyarakat.
- Literasi Media: Pengelolaan Media Center dan TV Channel internal sebagai sarana edukasi publik.
Internalisasi Marwah Organisasi di Jawa Barat
Menanggapi supervisi tersebut, Ketua DPD YGANN Jabar, Yanto D. Gunawan, menekankan pentingnya menjaga marwah organisasi bagi seluruh pengurus di wilayah Jawa Barat. Ia menginstruksikan jajarannya untuk segera mengimplementasikan program-program strategis yang telah digariskan pusat.
”Perang melawan narkoba adalah perang semesta yang membutuhkan kolaborasi lintas elemen. Kami berkomitmen menjaga soliditas tim dan memastikan regulasi rehabilitasi serta edukasi pencegahan sampai ke akar rumput,” ujar Yanto.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan regulasi dan peran aktif pemerintah dalam mendukung organisasi masyarakat anti-narkoba. Menurutnya, edukasi publik adalah benteng utama sebelum penegakan hukum dilakukan.
Pesan untuk Generasi Bangsa
Menutup rangkaian acara, DPP dan DPD YGANN Jabar menyepakati penguatan fungsi pengawasan internal dan perluasan jaringan sosial. Slogan “Jauhi narkoba sebelum dunia menjauhimu” ditekankan sebagai pengingat bagi generasi muda agar tidak terjerumus dalam lingkaran hitam narkotika.
Kegiatan diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga harmoni profesional demi melindungi masa depan bangsa dari ancaman barang haram.
YGANN: JAYA, JAYA, JAYA!







