OECD Memproyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia akan Mencapai 5 persen pada Tahun 2026

Avatar photo

Porosmedia.com, Jakarta – Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5 persen pada 2025 dan 2026, sebelum sedikit meningkat menjadi 5,1 persen pada 2027. Proyeksi ini dirilis dalam laporan OECD Economic Outlook edisi Desember 2025 yang dipublikasikan Rabu (3/12), menandai peningkatan dari proyeksi September lalu sebesar 4,9 persen, namun masih berada di bawah target pemerintah dalam APBN.

Target pemerintah yang tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 menetapkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen, sementara APBN 2026 menargetkan 5,4 persen. Kesenjangan antara proyeksi OECD dan target pemerintah mencerminkan tantangan yang dihadapi ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global yang terus berlanjut.

OECD menilai inflasi yang rendah dan kondisi keuangan yang membaik akan memacu konsumsi domestik dan investasi swasta. Lembaga tersebut memperkirakan inflasi Indonesia akan turun menjadi 1,9 persen pada 2025 akibat tekanan permintaan yang terbatas dan harga energi yang rendah. Namun, inflasi diproyeksikan naik menjadi 3,1 persen pada 2026 dan 3,2 persen pada 2027, seiring normalisasi harga energi dan dampak bertahap dari depresiasi mata uang sejak awal tahun.

Baca juga:  Farhan Targetkan 30 Persen Sampah Kota Bandung Dikelola Mandiri Lewat KPBU

Di sisi lain, OECD memperingatkan bahwa perlambatan pertumbuhan ekspor di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan global diperkirakan akan membebani aktivitas ekonomi. Kepala Divisi Asia Tenggara di Departemen Ekonomi OECD, Jens Arnold, menyebut kawasan ini menghadapi hambatan dan ketidakpastian yang cukup besar, terutama terkait perubahan kebijakan perdagangan Amerika Serikat.

Menanggapi proyeksi yang lebih rendah dari berbagai lembaga, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan optimisme bahwa target 5,4 persen pada 2026 tetap dapat dicapai. “Kami akan mengakselerasi mesin ekonomi baru yang menjadi prioritas yakni ekonomi hijau dan ekonomi digital,” kata Airlangga dalam pernyataan tertulis, Rabu (3/12).

Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2026 dalam kisaran 4,9 hingga 5,7 persen, sementara Bank Mandiri memperkirakan pertumbuhan 5,2 persen. OECD juga merekomendasikan agar kebijakan moneter semakin longgar, dengan ruang bagi Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga kebijakan hingga 50 basis poin.