Porosmedia.com – Sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari peran besar para ksatria yang lahir dari rahim tanah Pasundan. Salah satu sosok yang menorehkan tinta emas dalam sejarah militer dan sosial di Jawa Barat adalah Mayor Jenderal (Purn) Atam Surakusumah. Beliau bukan sekadar seorang perwira tinggi, melainkan seorang figur pemersatu yang berhasil mentransformasikan semangat korps menjadi pengabdian kemanusiaan yang inklusif.
Mayjen Atam Surakusumah merupakan representasi dari keluarga besar Surakusumah, sebuah klan bangsawan yang memiliki keterkaitan erat dengan Kerajaan Sumedang Larang. Dalam darah beliau mengalir semangat kepemimpinan para Bupati Sumedang terdahulu, mulai dari Raden Aria Surakusumah hingga Raden Mohamad Surakusumah.
Hubungan kekeluargaan yang erat dengan tokoh bangsa lainnya, seperti Wakil Presiden RI ke-4, Umar Wirahadikusumah, mempertegas posisi keluarga ini dalam struktur pengabdian negara. Di kalangan masyarakat dan kolega, sosok beliau sering kali disosokkan dengan jiwa ksatria, selaras dengan semangat Panglima Jaya Perkasa, sebuah simbol kekuatan dan perlindungan bagi rakyat.
Dalam catatan militer, Mayjen Atam Surakusumah dikenal sebagai salah satu pimpinan vital Polisi Tentara/Corps Polisi Militer (CPM) di Jawa Barat. Dedikasi beliau berakar pada momen bersejarah 22 Juni 1946—hari berdirinya Polisi Militer Indonesia.
Sepanjang kariernya, beliau mengawal transisi organisasi dari Pasukan Polisi Tentara (POM) hingga menjadi bagian integral dari TNI. Kepemimpinan beliau yang tegas namun humanis menjadi fondasi bagi profesionalisme prajurit baret biru di wilayah Jawa Barat pada masa itu.
Pada tahun 1968, atas dorongan rasa kasih dan keinginan untuk menjaga tali silaturahmi, Mayjen Atam Surakusumah mendirikan Ikatan Warga Satya (IWS).
- Visi Awal: Awalnya, organisasi ini dibentuk sebagai wadah kekeluargaan bagi para mantan anggota dan keluarga Polisi Militer.
- Transformasi Inklusif: Seiring berjalannya waktu, IWS berevolusi menjadi organisasi yang lebih terbuka bagi masyarakat umum, membawa misi sosial dan semangat gotong royong yang lebih luas.
- Legalitas: Menegaskan profesionalitasnya, IWS telah resmi terdaftar dan disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) pada tahun 2009, menjadikannya entitas organisasi yang legal, akuntabel, dan diakui negara.
Menelusuri jejak Mayjen Atam Surakusumah adalah menelusuri sejarah tentang kesetiaan (Satya). Melalui Ikatan Warga Satya, semangat beliau untuk mempererat persaudaraan antarwarga negara tetap hidup. IWS hadir bukan hanya sebagai pengingat sejarah, tetapi sebagai mitra aktif masyarakat dalam membangun bangsa yang harmonis dan bermartabat.







