Porosmedia.com, Tangerang Selatan — Indo Beatlemania Club (IBC), payung besar komunitas penggemar dan pencinta The Beatles di Indonesia, akan menggelar konser amal bertajuk “Beatlemania for Sumatera: With a Little Help From My Friends” sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kegiatan penggalangan dana tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 28 Desember 2025, mulai pukul 19.30 hingga 23.00 WIB, bertempat di Umasan Resto, kawasan Rawa Buntu, BSD, Kota Tangerang Selatan.
Presiden Indo Beatlemania Club, A. Guzchoy Sutisna, dalam keterangan tertulis yang diterima media menyampaikan bahwa konser amal ini digagas sebagai upaya nyata komunitas musik untuk ikut meringankan beban saudara sebangsa yang tengah menghadapi musibah.
“Melalui Beatlemania for Sumatera, kami ingin mengajak seluruh pecinta musik, khususnya penggemar The Beatles, untuk bersama-sama berbagi dan menyalurkan kepedulian. Musik menjadi medium pemersatu sekaligus sarana kemanusiaan,” ujar Guzchoy.
Konser amal tersebut akan menghadirkan sejumlah musisi dan band yang dikenal di kalangan penggemar musik The Beatles, di antaranya Jelly Tobing, Awan G-Pluck, De Bitels Band, Dicky Lennon, Yudha Romeo, The New Chapter, Adam Smith, Naura, The Taxman, serta kolaborasi khusus IBC All Stars.
Panitia menetapkan harga tiket sebesar Rp150.000, di mana sebagian hasil penjualan tiket akan dialokasikan sebagai dana bantuan kemanusiaan. Selain itu, pengumpulan donasi juga akan dilakukan secara langsung selama acara berlangsung.
Menurut rencana, dana yang terkumpul akan disalurkan melalui Pemerintah Kota Tangerang Selatan, dengan harapan dapat membantu proses pemulihan dan penanganan dampak bencana di wilayah Sumatera yang terdampak.
Untuk reservasi tiket dan informasi lebih lanjut, masyarakat dapat melakukan pemesanan melalui layanan WhatsApp di nomor 0852-1080-1976, atau hadir langsung dan membeli tiket on the spot pada hari pelaksanaan acara.
Konser amal ini mengusung semangat “Satu Malam Musik, Satu Tujuan – Ulurkan Tangan, Selamatkan Harapan”, sekaligus menegaskan peran komunitas musik sebagai bagian dari kekuatan sosial yang peduli terhadap isu kemanusiaan dan kebangsaan.







