Porosmedia.com, Bandung – Sebuah bangunan yang kini difungsikan sebagai deretan kios usaha di kawasan kompleks Polrestabes Sukajadi, Kota Bandung, dilahap si jago merah pada Jumat (13/3) pagi sekitar pukul 08.30 WIB. Bangunan tersebut diketahui sebelumnya merupakan gedung poliklinik sebelum beralih fungsi menjadi tempat usaha kecil.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, api pertama kali muncul dari salah satu kios kuliner, Bakso Jek & Cok. Saat kejadian, kondisi kios dilaporkan sedang tidak dalam aktivitas pelayanan yang ramai.
Dugaan sementara, sumber api berasal dari kombinasi gangguan pada kompor gas serta adanya arus pendek (korsleting) listrik pada kabel gulung di dalam kios. Percikan api dengan cepat menyambar material mudah terbakar, termasuk tumpukan sepatu dan peralatan toko, yang memicu kepulan asap hitam pekat dari atap bangunan.
Melihat kobaran api yang mulai membesar, warga di sekitar lokasi kejadian langsung bereaksi cepat. Secara gotong royong, warga berupaya menjinakkan api dengan alat seadanya guna mencegah perembetannya ke bangunan lain di sekitar kompleks tersebut.
Meski api berhasil dikendalikan oleh warga, sejumlah saksi mata di lokasi sempat menyayangkan respons dari pihak pengelola lingkungan dan kepala asrama setempat yang dinilai kurang tanggap dalam penanganan awal situasi darurat. Selain itu, pemilik kios pun tak luput dari sorotan karena dianggap terlambat melakukan langkah antisipasi saat api pertama kali muncul.
Petugas Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung tiba di lokasi sesaat setelah api mulai mengecil untuk melakukan proses pendinginan. Langkah ini dilakukan guna memastikan tidak ada lagi titik api tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, kerugian materiil dilaporkan cukup signifikan, terutama pada kios Bakso Jek & Cok yang hangus terbakar beserta isinya.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi para pelaku usaha dan pengelola gedung di Kota Bandung untuk lebih memperketat standar keselamatan kebakaran, terutama dalam pengecekan berkala instalasi listrik dan penggunaan perangkat gas yang aman. (Red)







