Porosmedia.com, Bandung – Pemerintah Kota Bandung berencana mengembangkan fasilitas pengolahan sampah berkapasitas 300 ton per hari di Tempat Pengolahan Sampah Organik dan Sirkular (TPSOS) Gedebage. Di tengah dorongan modernisasi teknologi dan target operasional yang mendesak, jaminan nasib serta kesejahteraan pekerja lapangan setempat menjadi sorotan utama.
Kepastian pengembangan ini mengemuka saat Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, meninjau langsung lokasi TPSOS Gedebage bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto serta Chief Technology Officer (CTO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Sigit Puji Santosa, Minggu (16/8/2026).
Menanggapi skema alih teknologi tersebut, Farhan menegaskan pentingnya keterbukaan data mengenai penghasilan para pekerja lokal agar transformasi sistem tidak merugikan mata pencaharian warga yang selama ini menggantungkan hidup dari pengelolaan sampah manual di lokasi.
”Saya akan perjuangkan, tidak boleh ada yang terpinggirkan. Kalau buat saya bukan sekadar dipekerjakan, tapi dipekerjakan jadi pegawai,” ujar Farhan di lokasi peninjauan.
Ia juga menginstruksikan unsur kewilayahan mulai dari pengelola, komunitas, camat, hingga lurah untuk menyampaikan kondisi ekonomi pekerja secara transparan demi menghitung skema kompensasi atau penyesuaian pola kerja.
Target Operasional Desember dan Skema Bisnis
Di samping persoalan dampak sosial, Pemkot Bandung mengejar target percepatan konstruksi agar fasilitas pengolahan berteknologi baru ini dapat beroperasi penuh pada Desember 2026.
Pengelolaan aspek bisnis dari pihak Pemkot Bandung akan diwadahi oleh Badan Layanan Umum (BLU). Sementara itu, kemitraan dengan BPI Danantara disiapkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam waktu dekat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto, mengonfirmasi bahwa peninjauan kelayakan lahan telah dilakukan dan lokasi Gedebage dinilai siap untuk melangkah ke tahap teknis berikutnya.
Uji Efektivitas Teknologi Briket RDF
Rencana teknologi yang akan diterapkan mengarah pada pengolahan sampah menjadi material padat berbentuk briket Refuse Derived Fuel (RDF). Kendati demikian, efektivitas teknologi ini di lapangan masih memerlukan pembuktian secara langsung saat masa uji coba operasional.
Pengembangan TPSOS Gedebage berkapasitas 300 ton per hari ini diharapkan mampu mengurangi beban volume sampah Kota Bandung secara signifikan, tanpa menyampingkan perlindungan sosial bagi tenaga kerja lokal yang terdampak alih teknologi. (PM/Red)







