Farhan Lantik Sejumlah Kepala Dinas, Tantangan Menanti di Tengah Lesunya Ekonomi Kota Bandung

Avatar photo

Porosmedia.com, Bandung, 8 Juli 2025 – Kondisi ekonomi Kota Bandung yang mengalami perlambatan, Wali Kota Muhammad Farhan melantik empat pejabat pimpinan tinggi pratama untuk mengisi jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kota Bandung. Namun, di balik seremoni pelantikan yang digelar Selasa, 8 Juli 2025 di Balai Kota, tersimpan tantangan besar yang harus segera dijawab oleh para pejabat baru.

Keempat pejabat yang dilantik yaitu:

1. Gun Gun Sumaryana – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda)

2. Soni Bakhtiyar – Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmat)

3. Yorisa Sativa – Kepala Dinas Sosial

4. Raden Budhi Rukmana – Kepala Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM)

Dalam sambutannya, Farhan menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar proses rutin birokrasi, melainkan bentuk peneguhan integritas dan kapasitas di tengah tekanan multidimensi yang dihadapi kota.

“Kota Bandung sedang mengalami kontraksi ekonomi. Kuartal pertama 2025 mencatatkan penurunan pertumbuhan sebesar 0,11 persen. Ini menjadi peringatan serius sekaligus peluang untuk membalik keadaan,” tegas Farhan.

Baca juga:  Tagih Transparansi Kasus Perumda Pasar Juara, APAK Geruduk Kejari Kota Bandung

Pernyataan ini menggarisbawahi fakta bahwa Pemkot perlu lebih dari sekadar pelantikan untuk memulihkan daya saing ekonomi dan meningkatkan efisiensi pelayanan publik. Penunjukan pejabat baru harus dibarengi dengan kebijakan yang berpihak pada inovasi, transparansi, dan dampak riil ke masyarakat bawah.

Farhan mengurai sejumlah amanah khusus yang harus ditangani segera:

Bapenda diminta menggagas cara-cara baru dalam menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara eksponensial, bukan hanya administratif atau tambal sulam.

Diskop UKM didorong untuk menyukseskan program nasional Koperasi Merah Putih, namun hingga kini realisasinya masih minim di lapangan.

Diskarmat diharapkan mampu meningkatkan kecepatan dan akurasi dalam penanganan darurat, namun masih dibayangi keterbatasan personel dan alat di lapangan.

Dinas Sosial diminta menjadi garda depan dalam menghadapi dinamika kemiskinan, ketimpangan, dan ketahanan sosial, padahal banyak program bantuan sosial masih kurang tepat sasaran.

Tak hanya menyoal teknis, Farhan juga menyinggung soal integritas dan ketahanan moral. Ia menyatakan bahwa birokrasi hari ini bukan hanya soal profesionalitas, tapi juga ujian etika di tengah tekanan dan godaan kekuasaan.

Baca juga:  DPP GMNI Serahkan 6 SK Cabang Carateker di Sultra Kepada DPD GMNI

“Godaan jauh lebih berbahaya daripada tekanan. Jabatan ini bukan puncak prestasi, tetapi amanah yang akan dipertanggungjawabkan, termasuk di hadapan Tuhan,” ucapnya.

Meskipun pidato Farhan penuh dengan nada peringatan dan motivasi, publik tentu menanti lebih dari sekadar pesan simbolik. Sejumlah pihak mempertanyakan efektivitas pelantikan jika tidak dibarengi evaluasi kinerja yang konsisten dan keterbukaan atas capaian masing-masing dinas.

Farhan menutup sambutannya dengan seruan kolaborasi seluruh jajaran ASN demi mewujudkan visi Bandung UTAMA (Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis). Namun, realisasi dari visi tersebut masih memerlukan pembuktian nyata, bukan hanya perubahan nomenklatur dan pidato inspiratif.