Aksi Kolaborasi SKPI, Jakarta Connection, dan Titik Kumpul Literasi Salurkan Bantuan Tahap Kedua di Aceh Tamiang

Avatar photo

Porosmedia.com, Aceh – Aliansi kemanusiaan yang terdiri dari Sekolah Kebangsaan Pemuda Indonesia (SKPI), Jakarta Connection, dan Titik Kumpul Literasi kembali merealisasikan komitmennya dalam membantu warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Penyaluran bantuan tahap kedua ini merupakan kelanjutan dari program “Aksi Kolaborasi” guna meringankan beban masyarakat pascabencana.

​Bantuan yang didistribusikan meliputi kebutuhan mendesak warga, di antaranya paket sembako, makanan siap saji, perlengkapan bayi (popok), kebutuhan sanitasi perempuan, hingga obat-obatan. Seluruh logistik tersebut dihimpun dari donasi masyarakat yang dipercayakan melalui ketiga lembaga kolaborator tersebut.

​Founder SKPI, Faisal Andri Mahrawa, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk nyata semangat gotong royong lintas komunitas pemuda dan donatur. Menurutnya, bantuan tahap kedua krusial dilakukan mengingat masa pemulihan pascabencana seringkali luput dari perhatian.

​”Aksi ini adalah representasi kepedulian bersama. Kami melihat kebutuhan warga di Aceh Tamiang masih sangat tinggi, sehingga dukungan berkelanjutan menjadi prioritas kami untuk hadir langsung di tengah masyarakat,” ujar Faisal dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga:  Ini Kesalahan Teknis Pemicu Siswa Keracunan MBG

​Hal senada disampaikan oleh Founder Jakarta Connection, Muhammad Iqbal. Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, ia mengungkapkan bahwa meskipun air telah surut, dampak kerusakan masih sangat dirasakan oleh warga.

​”Memasuki hari ke-20 pascabanjir, kondisi di lapangan masih memerlukan atensi khusus. Banyak rumah warga yang tertimbun lumpur tebal, sehingga sebagian warga terpaksa bertahan di pengungsian karena kediaman mereka belum layak huni. Kondisi ini mencerminkan bahwa Aceh Tamiang masih dalam masa sulit,” jelas Iqbal.

​Merespons situasi tersebut, Aksi Kolaborasi secara resmi meminta Pemerintah Pusat melalui instansi terkait untuk segera melakukan intervensi dengan menurunkan alat berat. Keberadaan alat berat dinilai mendesak untuk mempercepat proses pembersihan material lumpur di pemukiman padat penduduk.

​Percepatan pembersihan lingkungan ini diharapkan dapat:

  1. ​Meminimalisir risiko penyebaran penyakit pascabanjir.
  2. ​Mempercepat pemulihan psikososial warga.
  3. ​Memastikan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat kembali normal.

​Aksi Kolaborasi menegaskan bahwa penanganan dampak bencana skala besar memerlukan sinergi lintas sektor—baik pemerintah, swasta, maupun komunitas sipil—agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh Tamiang berjalan efektif dan tepat sasaran.