Porosmedia.com, Bandung – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi momentum krusial bagi generasi muda untuk melakukan refleksi historis sekaligus mengambil peran aktif dalam pembangunan bangsa. Hal tersebut ditegaskan oleh dua penggerak muda asal Bandung, Asep Mulyana (Penggagas HDJ Group Bandung) dan Permana Surya (SGP Legal Konsult Pertanahan), dalam pernyataan resminya menyambut peringatan Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026).
Dalam pernyataan bersama tersebut, kedua pemuda yang merintis karier dari bawah ini menyampaikan ucapan Selamat Hari Sumpah Pemuda kepada seluruh pemuda Indonesia, sekaligus mengajak generasi muda untuk tidak sekadar menjadikan peringatan ini sebagai rutinitas seremonial belaka.
”Kami bangga menjadi pemuda Indonesia. Namun, kebanggaan ini bukan sekadar ucapan di bibir, melainkan bentuk penghayatan mendalam terhadap jejak sejarah perjuangan bangsa yang sangat berharga,” ujar Permana Surya mewakili pernyataan bersama tersebut.
Kilas Balik Perjuangan dan Nilai Historis
Peringatan ini menjadi sarana flashback terhadap akar pergerakan nasional yang dimulai sejak tahun 1908. Pada awal abad ke-20, perjuangan rakyat Indonesia melawan kolonialisme masih bersifat kedaerahan dan terpecah-pecah. Kesadaran nasionalis mulai tumbuh seiring berdirinya Budi Utomo serta konsolidasi berbagai organisasi pemuda daerah, seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Bataks Bond, hingga Pemuda Indonesia.
Upaya menyatukan visi perjuangan tersebut diawali pada Kongres Pemuda I (30 April – 2 Mei 1926). Meski belum mencapai kesepakatan bulat akibat dinamika perbedaan pandangan, fondasi persatuan terus dimatangkan.
Dua tahun berselang, Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) memrakarsai Kongres Pemuda II pada 27–28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Di bawah kepemimpinan Sugondo Djojopuspito, kongres bersejarah ini menjadi saksi berkumandangnya lagu Indonesia Raya karya W.R. Supratman melalui alunan biola untuk pertama kalinya, serta melahirkan tiga ikrar sakral Sumpah Pemuda:
- Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
- Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
- Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Tantangan Era Kekinian: Kemandirian Ekonomi dan Kebangkitan Pemuda
Menghadapi era modern, Asep Mulyana dan Permana Surya menekankan pentingnya menginternalisasi “ruh” Sumpah Pemuda ke dalam jiwa setiap generasi muda. Menurut mereka, tantangan pemuda hari ini bukan lagi melawan penjajahan fisik, melainkan berjuang melawan keterpurukan, ketertinggalan, serta mewujudkan kemandirian ekonomi.
”Ruh Sumpah Pemuda wajib meresap ke dalam sanubari kita. Pemuda di era kekinian harus bangkit dari keterpurukan dan ketertinggalan, khususnya dalam membangun kemandirian ekonomi. Sebagai generasi penerus warisan para pahlawan, kita memiliki tanggung jawab moral untuk terus menjaga keutuhan NKRI sekaligus menjadi tuan rumah yang berdaya dan sejahtera di negeri sendiri,” tegas mereka.
Melalui momentum Sumpah Pemuda ke-98 ini, HDJ Group Bandung dan SGP Legal Konsult Pertanahan berharap seluruh elemen pemuda Indonesia dapat terus berkolaborasi, berinovasi, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara. (Red)







