Porosmedia.com, Bandung – Dua tahun perjalanan rezim pemerintahan menjadi momen krusial untuk menguliti efektivitas arah kebijakan nasional. Di tengah publik yang menagih bukti nyata, muncul pertanyaan mendasar: apakah kesejahteraan rakyat benar-benar meningkat, keadilan kian nyata, dan demokrasi berjalan sesuai amanat reformasi?
Persoalan krusial ini bakal dikupas tuntas dalam forum panggung akademik Terus Terang Goes to Campus #3 bertajuk “Indonesia yang Kita Wariskan: Keadilan, Demokrasi, dan Kesejahteraan”. Diskusi publik ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 16 Oktober 2026, pukul 14.00–17.00 WIB, bertempat di Graha Sanusi Hardjadinata, Universitas Padjadjaran (Unpad), Jalan Dipati Ukur Nomor 35, Bandung.
Inisiasi Terus Terang Media bersama Fakultas Hukum Unpad ini menghadirkan jajaran pakar, akademisi, dan pengamat kritis lintas generasi. Di antaranya Mantan Menko Polhukam Prof. Mahfud MD, pakar hukum tata negara Prof. Susi Dwi Harijanti dan Feri Amsari, pengamat politik Hendri Satrio, aktivis mahasiswa Virdian Aurellio, serta komika/kritikus sosial Sammy Notaslimboy.
Menguji Realisasi Kebijakan, Menolak Sekadar Pencitraan
Evaluasi dua tahun kepemimpinan tidak boleh terjebak pada angka keberhasilan klaim sepihak atau deretan narasi keberhasilan di media sosial. Ukuran hakiki keberhasilan kekuasaan diukur dari dampak langsung yang dirasakan masyarakat di akar rumput: peningkatan daya beli, kualitas serta aksesibilitas pelayanan publik, hingga jaminan atas hak-hak sipil warga negara.
Di ranah penegakan hukum dan demokrasi, sorotan tajam mengarah pada inkonsistensi penegakan hukum, independensi lembaga-lembaga negara, serta kebebasan berpendapat yang kerap terancam oleh intimasi maupun regulasi karet.
Kampus sebagai benteng terakhir kebebasan berpikir dipandang sebagai arena paling netral dan rasional untuk membongkar serta menguji kebijakan publik. Kampus tidak boleh redup hanya menjadi pabrik ijazah, melainkan wajib menghidupkan tradisi menguji argumentasi penguasa secara kritis, ilmiah, dan bertanggung jawab.
Dalam forum ini, mahasiswa, akademisi, dan publik diajak tidak sekadar menjadi penonton pasif, melainkan penguji gagasan yang berani mengajukan pertanyaan-pertanyaan substansial.
Warisan untuk Generasi Mendatang
Tema besar forum ini menembus batasan kalkulasi politik jangka pendek, yakni menanyakan warisan (legacy) seperti apa yang tengah disiapkan bagi masa depan bangsa.
Pembangunan ekonomi yang mengabaikan aspek keadilan sosial rentan memperlebar jurang ketimpangan. Sementara itu, pertumbuhan fisik tanpa ditopang demokrasi yang sehat berisiko mengikis partisipasi rakyat dan melahirkan otoritarianisme baru. Sebaliknya, demokrasi yang hampa tanpa perbaikan kesejahteraan nyata hanya akan menjadi prosedur politik yang mahal tanpa makna.
Oleh karena itu, dialektika antara praktisi, akademisi, dan mahasiswa sangat diperlukan untuk membedah anatomi persoalan bangsa secara utuh, jernih, dan lepas dari prasangka politik partisan.
Akses Pendaftaran Peserta
Mengingat kapasitas tempat terbatas, penyelenggara membuka dua jalur pendaftaran resmi bagi publik yang ingin hadir secara langsung:
• Peserta Umum: [https://forms.gle/hVNNxTGMi7oMmByD9] (https://forms.gle/hVNNxTGMi7oMmByD9)
• Civitas Academica & Alumni Unpad: [https://forms.gle/7y9ZAig9qtdSxn7p6](https://forms.gle/7y9ZAig9qtdSxn7p6)
Melalui mimbar akademik di Unpad ini, publik diimbau memanfaatkan momentum untuk menyampaikan suara serta aspirasi. Sebab, masa depan demokrasi dan kesejahteraan bukan monopoli elite politik, melainkan hak serta tanggung jawab seluruh warga negara.







