Aksi Sosial Ramadan, KPJ Bandung Perkuat Solidaritas Melalui Pembagian Takjil Serentak

Avatar photo

Porosmedia.com, Bandung – Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Bandung kembali meneguhkan komitmen kepedulian sosialnya di bulan suci Ramadan 1447 H. Melalui aksi “Berbagi Takjil” yang tersebar di berbagai sektor, komunitas seni ini berupaya mempererat simpul silaturahmi sekaligus membangun sinergi positif dengan masyarakat luas.

​Salah satu titik fokus kegiatan berlangsung di kawasan Bandung Timur, tepatnya di depan Pasar Dangdeur. Aksi ini dikoordinasikan langsung oleh jajaran Sub Sektor Dangdeur di bawah kepemimpinan Dian Ohir. Kehadiran para seniman jalanan ini disambut antusias oleh warga dan pengendara yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.

​Ketua Panitia Pelaksana, Iyus, didampingi Asep selaku Koordinator Lapangan (Korlap), memastikan distribusi paket takjil berjalan tertib. Kegiatan ini turut mendapat pengawalan dan dukungan moral dari Ketua KPJ Bandung Timur, Oboy, serta Pembina Sendi.

​Program tahunan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan manifestasi dari empat pilar misi KPJ Bandung:

Solidaritas Internal & Eksternal: Menumbuhkan rasa empati antar anggota terhadap kondisi sosial masyarakat.

Reputasi Positif: Membuktikan peran aktif komunitas seni jalanan sebagai elemen masyarakat yang konstruktif.

Baca juga:  Membedah Terminal Bus yang Layak di Kota-Kota Besar Indonesia: Antara Fungsi, Fasilitas, dan Tantangan Tata Kelola

Harmonisasi Ruang Publik: Menjalin kedekatan emosional dengan warga di area-area yang menjadi ruang kreasi para musisi.

Spirit Ramadan: Memanfaatkan momentum bulan suci untuk memperkokoh persaudaraan dan nilai kemanusiaan.

​Ketua KPJ Bandung Raya, Cepi Suhendar, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif kolektif yang dijalankan oleh berbagai sektor di bawah naungannya. Menurutnya, gerakan ini adalah bukti bahwa eksistensi KPJ melampaui batas ekspresi seni di jalanan.

​”Kegiatan ini adalah wujud nyata bahwa KPJ bukan sekadar wadah seni, melainkan bagian integral masyarakat yang memegang teguh tanggung jawab sosial. Kami ingin membuktikan bahwa musisi jalanan memiliki kepedulian yang besar terhadap sesama,” ujar Cepi Suhendar.

​Melalui publikasi di laman resmi ini, KPJ Bandung berharap semangat kebersamaan ini dapat terus terjaga dan menginspirasi berbagai elemen masyarakat lainnya untuk saling berbagi, khususnya di Kota Bandung.