Perkuat Sinergi Spiritual, Wali Kota Bandung Tegaskan Pentingnya Integritas dalam Pembangunan Kota

Avatar photo

Porosmedia.com, Bandung – Pemerintah Kota Bandung menggelar istigasah dan doa bersama yang melibatkan ratusan ulama, kyai, serta santri di Pendopo Kota Bandung, Minggu (28/12/2025) malam. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai refleksi spiritual sekaligus penguatan dukungan moral bagi jalannya roda pemerintahan di penghujung tahun 2025.

​Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang hadir dalam acara tersebut menyatakan bahwa pendekatan spiritual merupakan penyeimbang dari upaya teknokratis dalam pembangunan kota. Menurutnya, tantangan kompleks yang dihadapi Bandung memerlukan fondasi etik dan dukungan doa dari para tokoh agama.

​”Tujuan utama kita adalah memohon rida Allah SWT. Di tengah berbagai tantangan pembangunan yang dinamis, doa merupakan kekuatan batiniah yang mendukung kami untuk tetap teguh dalam menjalankan amanah,” ujar Farhan di hadapan para tokoh agama.

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan

Dalam sambutannya, Farhan juga merefleksikan hampir satu tahun masa kepemimpinannya. Ia menekankan bahwa dukungan para ulama dan ajengan bukan sekadar dukungan simbolis, melainkan pengingat bagi jajaran birokrasi untuk bekerja secara jujur dan transparan.

Baca juga:  BMW Astra Joycup 2025: Main Golf, Pulang Bawa Mobil Mewah

​”Satu tahun ini kami berupaya memberikan yang terbaik. Doa dari para kyai adalah pengingat sekaligus pelindung agar kami di Pemerintah Kota Bandung tetap berada di koridor yang benar dalam melayani warga,” tegasnya.

​Farhan juga berkomitmen untuk menjadikan Pendopo Kota Bandung sebagai ruang publik yang inklusif, termasuk untuk kegiatan-kegiatan keagamaan yang membawa dampak positif bagi psikologi sosial masyarakat.

Ikhtiar Batiniah dan Akuntabilitas

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan, Wahyul Afif Al-Ghafiqi, menjelaskan bahwa istigasah ini merupakan bentuk keseimbangan antara ikhtiar lahiriah dan batiniah. Ia menegaskan bahwa kebijakan publik yang diambil pemerintah akan jauh lebih bermakna jika disertai dengan ketundukan spiritual.

​”Pembangunan fisik tidak akan berarti tanpa keberkahan. Kami mendoakan agar Kota Bandung tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga utama dalam akhlak para pemimpin dan warganya,” kata Wahyul.

​Acara yang berlangsung khidmat ini dipimpin oleh KH Ateng Muhaimin. Doa bersama difokuskan pada keselamatan warga Bandung, keberlanjutan program pembangunan, serta kekuatan bagi para pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi ujian di masa mendatang.