Porosmedia.com – Suripto, S.H. (1936–2025), dikenang sebagai salah satu tokoh sipil dengan rekam jejak paling unik di dunia intelijen dan politik Indonesia. Kariernya membentang melintasi tiga era—Orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi—menjadikannya seorang pengamat sekaligus pelaku di balik layar kancah politik nasional.
Pemikir dan Strategis Intelijen
Suripto tidak hanya bertindak sebagai operator lapangan, tetapi juga sebagai arsitek intelektual. Di lingkungan Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin), yang kini menjadi Badan Intelijen Negara (BIN), ia mengembangkan pemahaman mendalam tentang keamanan nasional dan geopolitik. Keahliannya melampaui pengumpulan data; ia dikenal mampu merangkai kepingan informasi menjadi narasi strategis kebangsaan yang berorientasi ke masa depan.
Dalam salah satu tugas penting di era Orde Baru, Suripto dipercaya menjalankan misi rahasia berisiko tinggi di tingkat global atas perintah Presiden Soeharto. Misi ini menunjukkan dimensi lain dari diplomasi dan intelijen Indonesia yang proaktif dalam isu kemanusiaan internasional, khususnya dalam membantu komunitas Muslim di zona konflik. Kisah-kisah ini menegaskan posisinya sebagai “master intelijen” yang handal di wilayah abu-abu antara diplomasi tertutup dan operasi senyap.
Peran di Pemerintahan dan Politik Reformasi
Setelah bertugas di Bakin, Suripto mengambil peran strategis di era Reformasi, yang membuktikan kemampuan adaptasi dan relevansinya di masa transisi:
- Jabatan Eksekutif: Ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan dan Perkebunan (1999–2001). Di sini, ia menerapkan perspektif intelijen untuk mengatasi isu-isu nasional kritis, seperti praktik illegal logging dan ancaman destabilisasi ekonomi.
- Aktivis Politik dan Legislator: Suripto terlibat dalam pendirian Partai Keadilan (PK), yang kemudian bertransformasi menjadi PKS. Kehadirannya yang berasal dari latar belakang intelijen memberikan kontribusi besar dalam aspek strategi organisasi dan legitimasi politik partai di kancah nasional yang kala itu penuh tantangan. Ia kemudian menjabat sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2004–2009.
Pengabdian Kemanusiaan
Di masa senjanya, Suripto mendedikasikan waktu dan pemikirannya pada isu kemanusiaan dan keadilan global. Ia aktif sebagai tokoh di Komite Nasional Rakyat Palestina (KNRP), secara konsisten menyuarakan dukungan bagi perjuangan rakyat Palestina. Pengabdian ini mengukuhkan citranya sebagai pejuang kemanusiaan yang konsisten dengan prinsip-prinsip diplomasi kemanusiaan Indonesia.
Warisan pemikirannya, yang tertuang dalam buku “Gagasan dan Pemikiran Suripto, Intel Tiga Zaman,” menjadi sumber rujukan penting dalam mengkaji dinamika politik, intelijen, dan kedaulatan Indonesia dari masa ke masa.
Anda dapat menonton perbincangan mendalam tentang kisah hidupnya, termasuk perannya dalam operasi rahasia, melalui video berikut: SURIPTO, DEDENGKOT INTELIJEN INDONESIA UNGKAP OPERASI CINA KUASAI INDONESIA. Video ini relevan karena menampilkan wawancara langsung dengan Suripto mengenai pengalaman dan rahasia terpendamnya sebagai agen intelijen.
Foto : Ist







