Porosmedia.com, Bandung – Suasana haru menyelimuti ruang perawatan intensif Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Sejumlah tokoh lingkungan yang tergabung dalam Forum Penyelamat Hutan Jawa (FPHJ) hadir untuk menjenguk Kang Acil Bimbo, musisi legendaris sekaligus pejuang lingkungan hidup yang kini tengah menjalani perawatan intensif.
Kunjungan ini bukan sekadar bentuk kepedulian, melainkan juga penghormatan atas dedikasi panjang Kang Acil dalam memperjuangkan kelestarian hutan dan ekosistem di tanah Jawa.
Pesan Moral dari Seorang Pejuang
Ketua FPHJ, Eka Santosa, menuturkan bahwa kebersamaan mereka di rumah sakit menjadi pengingat betapa besarnya pengaruh Kang Acil dalam gerakan penyelamatan lingkungan.
“Kami mendoakan yang terbaik untuk Kang Acil dan keluarganya. Pesan beliau tentang kepedulian terhadap lingkungan dan penyelamatan hutan di Pulau Jawa akan terus kami perjuangkan,” ujar Eka dengan penuh keyakinan.
Menurut Eka, meski kondisi Kang Acil terbatas, semangatnya tidak pernah padam. “Saat kami menjenguk, beliau masih bisa melakukan kontak mata. Ada rona sumringah ketika mendengar komitmen kami untuk meneruskan cita-citanya,” tambahnya.
Kunjungan tersebut turut didampingi tokoh sepuh Abah Landoeng, salah satu guru Kang Acil yang juga dikenal sebagai pegiat budaya dan lingkungan.
Komitmen Nyata FPHJ
Forum Penyelamat Hutan Jawa, yang beranggotakan tokoh, aktivis, dan pemerhati lingkungan, menegaskan bahwa mereka siap melanjutkan perjuangan yang selama ini digaungkan Kang Acil.


“Kami tidak main-main. Sejumlah langkah konkret sedang dipersiapkan demi kelestarian hutan Jawa,” tegas Eka. Pernyataan itu diamini oleh jajaran pengurus lainnya, antara lain Thio Setiowekti (Sekretaris FPHJ) dan Dadang Hendaris (Bendahara FPHJ).
Warisan Inspirasi Kang Acil
Bagi banyak orang, Kang Acil Bimbo bukan hanya seorang musisi besar, tetapi juga simbol kepedulian lingkungan. Melalui karya-karyanya bersama Bimbo, ia menyelipkan pesan-pesan moral tentang cinta pada alam dan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.
Perjalanan hidupnya membuktikan bahwa seni dan aktivisme dapat berjalan beriringan. Musik menjadi medium yang menjangkau hati, sementara kepedulian pada lingkungan hidup menjadi pesan abadi yang terus menginspirasi.
Sebuah Pengingat bagi Kita Semua
Kunjungan FPHJ ini sekaligus menjadi refleksi bagi masyarakat luas. Pesan Kang Acil bahwa lingkungan adalah warisan untuk generasi mendatang, harus terus digaungkan. Doa dan dukungan untuk kesembuhannya menyatu dengan tekad untuk melanjutkan perjuangan yang telah ia rintis.
“Cita-cita Kang Acil bukan hanya milik beliau, tetapi milik kita semua yang peduli pada bumi dan masa depan anak cucu,” tutup Eka.







