Oleh: Irom
Porosmedia.com – Istilah blue navy water merujuk pada kekuatan maritim yang mampu beroperasi di laut lepas atau perairan dalam, jauh melampaui wilayah domestik suatu negara. Konsep ini kini mulai menjadi arah strategis bagi pembangunan kekuatan TNI Angkatan Laut.
Salah satu langkah konkret adalah rencana akuisisi Kapal Induk Pendarat Amfibi Giuseppe Garibaldi yang sebelumnya merupakan armada Angkatan Laut Italia. Berdasarkan surat Bappenas tertanggal 29 Agustus 2025 kepada Kementerian Pertahanan RI, rencana pengadaan tersebut telah mendapatkan persetujuan.
Dalam lampiran surat tersebut, Bappenas menyetujui pembiayaan dengan jumlah pinjaman maksimum sebesar USD 450 juta untuk akuisisi kapal induk Giuseppe Garibaldi. Selain itu, turut disetujui pengadaan helikopter angkut dan utilitas baru dengan alokasi pinjaman tambahan sebesar USD 250–300 juta.
Skema pendanaan direncanakan berasal dari pinjaman lembaga kredit ekspor asing, kreditor bilateral, maupun lembaga pemberi pinjaman swasta.
Sebagai bagian dari modernisasi alutsista, terbuka pula kemungkinan bahwa kapal induk tersebut nantinya akan mendukung pengoperasian wahana udara tak berawak (drone) jenis Bayraktar.
Langkah ini menandai upaya serius TNI AL dalam memperkuat postur pertahanan maritim nasional sekaligus meningkatkan peran strategis Indonesia di tengah dinamika dunia multipolar.
Bravo TNI AL, selamat datang di era Blue Navy Water!







