Revolusi Pengelolaan Limbah: BEA Jawa Barat Tantang Industri Lewat Water Technology Management 2026

Avatar photo

Porosmedia.com, Bandung – Persoalan limbah cair industri di Jawa Barat kini memasuki babak baru. Building Engineer Association (BEA) Provinsi Jawa Barat secara resmi mengumumkan penyelenggaraan Gathering Water Technology Management 2026, sebuah langkah konkret untuk mendobrak pola lama pengelolaan limbah yang seringkali menjadi beban lingkungan.

​Acara yang dijadwalkan pada Sabtu, 17 Januari 2026, di Grand Ballroom Sudirman, Bandung ini, bukan sekadar ajang kumpul rutin. Melalui tema inovasi teknologi air, BEA Jabar seolah memberikan “sinyal keras” kepada sektor industri bahwa pengabaian terhadap standar lingkungan tidak lagi memiliki tempat di era kompetisi global.

​Ketua Umum BEA Jawa Barat, Asep Suherman, menegaskan bahwa asosiasi tidak ingin hanya menjadi penonton dalam isu lingkungan. Ia menekankan bahwa profesionalisme seorang engineer dipertaruhkan dalam mengelola dampak industri.

​”Eksistensi BEA Jabar harus memberikan dampak nyata. Kami mendorong integrasi teknologi terbaru agar industri bukan hanya mengejar profit, tapi juga taat pada program pemerintah di bidang lingkungan,” tegas Asep saat ditemui di Bandung, Minggu (11/1/2026).

Baca juga:  Presiden Jokowi Tetapkan 10 Juni Sebagai Hari Kewirausahaan Nasional

​Langkah ini dianggap krusial mengingat tekanan terhadap ekosistem air di Jawa Barat terus meningkat. Dengan menggandeng lebih dari 80 perusahaan nasional sebagai vendor teknologi, BEA Jabar mencoba menyediakan solusi end-to-end bagi para praktisi teknik untuk menjawab tantangan limbah cair yang selama ini menjadi isu sensitif bagi masyarakat dan regulasi.

​Berbeda dengan pameran biasa, gathering yang akan dihadiri sekitar 600 insinyur ini diposisikan sebagai wadah transfer pengetahuan. Asep Suherman menyebut vendor sebagai “mitra strategis”, bukan sekadar penjual alat. Kolaborasi ini bertujuan memastikan teknologi yang masuk ke industri benar-benar efektif dan dapat dipertanggungjawabkan secara teknis maupun lingkungan.

​Dukungan terhadap gerakan ini juga datang dari level tertinggi pemerintahan daerah. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dijadwalkan hadir untuk memberikan legitimasi politik bagi penguatan inovasi teknologi hijau di wilayah ini.

​BEA Jabar juga membuka pintu bagi para insinyur non-anggota untuk bergabung. Hal ini menunjukkan sikap inklusif organisasi dalam upaya meningkatkan standar kompetensi engineer lokal agar mampu bersaing secara global.

Baca juga:  di suasana Tasyakur Bi Nikmah Adhitiya Alam Syah 83 Tahun, JBN dan Undangan lainnya : "Abah Alam Orang Tua Kami"

​Dengan latar belakang Asep Suherman yang juga merupakan Corporate Engineer berpengalaman, arah BEA Jabar di bawah kepemimpinannya kini lebih fokus pada aksi nyata daripada sekadar diskusi di atas kertas.

Agenda Penting:

  • Acara: Gathering BEA Jawa Barat 2026
  • Tema: Water Technology Management
  • Waktu: Sabtu, 17 Januari 2026 (08.00 – 17.00 WIB)
  • Lokasi: Grand Ballroom Sudirman, Bandung.

 

Bagdja/Su| Porosmedia