Perkuat Kemandirian Pangan dan Lingkungan, KSM JIF Kembangkan Kawasan Edukasi Pertanian di Puri Dago Mas

Avatar photo

Porosmedia.com, Bandung – Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Jasmine Integrated Farming (JIF) RW 19, Kelurahan Antapani Tengah, kembali memperluas jangkauan program pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Pada Minggu (12/4/2026), tim pegiat lingkungan ini melakukan penguatan kerja sama pengembangan taman sayur dan buah di Kompleks Perumahan Puri Dago Mas (PMD), Jalan Cibodas Raya, Antapani, Kota Bandung.

​Kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam mengintegrasikan pengelolaan sampah organik dengan pertanian perkotaan (urban farming) guna menciptakan ekosistem lingkungan yang mandiri di kawasan hunian.

​Ketua KSM JIF, Doddi Iryana Memed, menjelaskan bahwa inisiasi ini merupakan kelanjutan dari program yang telah dirintis sejak dua tahun lalu. Mengingat luas kawasan PMD yang mencapai 20 hektare dengan sekitar 350 unit hunian, terdapat potensi besar untuk optimalisasi lahan tidur.

​”Kami diminta kembali untuk mengembangkan beberapa titik lahan di PMD secara lebih intensif. Fokus utamanya adalah pembangunan taman sayur dan buah, yang ke depannya akan disinergikan dengan sistem pengelolaan sampah mandiri bagi warga setempat,” ujar Doddi saat ditemui di lokasi.

Baca juga:  FPN Mengutuk Pembunuhan Brutal 15 Awak Ambulans oleh Israel

​Langkah KSM JIF ini mendapat apresiasi positif dari pihak warga. Albert, salah satu pengurus warga Puri Dago Mas, menyatakan bahwa kehadiran para pegiat lingkungan ini menjadi stimulus penting bagi warga untuk mulai peduli pada pengolahan limbah rumah tangga.

​”Harapan kami, kerja sama ini dapat berkembang lebih jauh. Target jangka panjangnya adalah warga di kompleks PMD mampu mengolah sampah secara mandiri sehingga mengurangi beban pembuangan ke TPA,” ungkap Albert.

​Dalam giat tersebut, tim KSM JIF yang terdiri dari sejumlah pegiat lingkungan, di antaranya Ibu Zen, Ibu Miang, Ibu Yanti, Ibu Nina, dan Ibu Mimin, turut mendistribusikan bibit tanaman serta kompos hasil olahan mandiri menggunakan kendaraan operasional roda tiga.

​Ibu Miang, salah satu pegiat, menambahkan bahwa ketersediaan lahan terbuka di area komplek sangat ideal untuk menerapkan konsep kemandirian pangan masyarakat urban. “Masih banyak ruang hijau yang bisa produktif jika dikelola dengan tepat,” katanya.

​Program ini juga menarik perhatian akademisi. Aditya, mahasiswa tingkat akhir dari Politeknik Kesejahteraan Sosial (Polteksos) Bandung yang sedang melakukan studi lapangan di KSM JIF, menilai kolaborasi ini sebagai model pemberdayaan masyarakat yang ideal.

Baca juga:  Tody A. Prabu: Akhiri Konflik Wagub-Sekda Demi Roda Pemerintahan Jabar yang Harmonis

​”Keberlanjutan adalah kunci. Kerja sama antara KSM JIF dan warga PMD ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi sistem permanen dalam pengolahan sampah mandiri di lingkungan perumahan,” pungkas Aditya.

​Melalui program ini, KSM Jasmine Integrated Farming membuktikan bahwa edukasi lingkungan yang konsisten dapat mengubah pola pikir masyarakat dalam mengelola sampah menjadi solusi bernilai guna. (Harry/PM)