Porosmedia.com, Bandung – Dinas Sosial Kota Bandung menggelar operasi penjangkauan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari (14–15/8/2026). Penertiban yang menyisir jalan protokol hingga gang sempit ini menjaring 70 orang.
Hasil identifikasi biometrik menunjukkan dominasi warga luar daerah. Sebanyak 54 orang (77%) tercatat bukan warga Kota Bandung, sementara warga lokal hanya 16 orang (23%).
Secara rinci, mayoritas PPKS yang terjaring didominasi gelandangan sebanyak 44 orang, diikuti tuna susila (7 orang), pengemis (4 orang), lansia terlantar (4 orang), pemulung (3 orang), kelompok minoritas (3 orang), serta seorang penyandang disabilitas. Berdasarkan rentang usia dan gender, operasi mencatat 67 orang dewasa, 3 anak-anak, dengan proporsi 20 perempuan dan sisanya laki-laki.
Seluruh PPKS dipindahkan ke rumah singgah Dinsos Kota Bandung untuk menjalani pendataan awal, asesmen, serta pemulangan. Mereka akan mendapatkan pembinaan fisik dan mental selama pemantauan tujuh hari sebelum dikoordinasikan pemulangannya ke daerah asal atau dirujuk ke pemerintah provinsi.
Kepala Dinsos Kota Bandung, Yorisa Sativa, memaparkan bahwa daya tarik ekonomi kota menjadi faktor pendorong masuknya PPKS luar daerah. Pemerintah Kota Bandung meminta masyarakat menghentikan kebiasaan memberi uang atau barang secara langsung di jalanan demi mengikis daya tarik penanganan di ruang publik.
Bantuan disarankan dialihkan secara formal melalui lembaga sosial terverifikasi agar penyalurannya lebih tepat sasaran sekaligus menjaga ketertiban, keamanan, dan keindahan kota.







