Membasuh Luka di Bulan Suci: Kala Doa Para Lansia dan Anak Istimewa Mengetuk Pintu Langit

Avatar photo

Porosmedia.com, Bandung  – Di sebuah sudut Jalan Dalam Kaum No. 71, Kecamatan Regol, Kota Bandung, suasana Sabtu sore (14/3/2026) terasa berbeda. Di tengah riuh rendah persiapan berbuka puasa, puluhan ibu lansia, janda, dan anak-anak berkebutuhan khusus duduk bersila dalam lingkaran persaudaraan yang hangat.

​Kegiatan ini bukan sekadar seremoni rutin. Acara “Buka Bersama dan Santunan” yang diinisiasi oleh Aliansi Pemuda Anti Korupsi (APAK) Jawa Barat, Serikat Buruh Nasionalis Indonesia (SBNI) Jawa Barat, dan Yayasan Gugus Antisipasi Narkotika Nusantara (YGANN) ini, hadir sebagai oase bagi mereka yang sering terpinggirkan oleh deru pembangunan kota.

​Kehadiran H. Erwin, yang dikenal sebagai figur Wakil Walikota Bandung, menjadi magnet tersendiri sore itu. Di tengah berbagai kabar yang beredar di ruang publik, Erwin memilih untuk duduk sejajar di atas karpet bersama warga. Ia tak hanya hadir sebagai pejabat, melainkan sebagai sosok “Kang Erwin” yang mendengarkan keluh kesah para ibu lansia.

​Ketua Umum APAK Jabar sekaligus pimpinan SBNI Jabar, Rd. Yadi Suryadi menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Yayasan Alimudjaya Padamu Negeri Nusantara ini adalah bentuk nyata kepedulian sosial terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.

Baca juga:  Ki Asep Aceng Amung : Minta Generasi Z Lestarikan Budaya Wayang dan Pedalangan

​“Kami ingin memastikan bahwa di bulan penuh berkah ini, tidak ada yang merasa sendirian. Ini adalah soal memanusiakan manusia,” ujar Rd. Yadi Suryadi di sela-sela acara.

​Kegembiraan terpancar jelas dari wajah para ibu lansia yang hadir. Salah satu momen paling menyentuh adalah ketika mereka secara spontan mengaminkan doa-doa kebaikan bagi kelancaran tugas dan masalah yang dihadapi para pemimpin kota.

​Bagi mereka, kehadiran sosok pemimpin di tengah-tengah masa sulit merupakan suntikan semangat. Harapan agar segala persoalan hukum yang kerap menjadi perbincangan dapat terselesaikan dengan adil dan jernih, mengalir tulus dari bibir mereka yang telah makan asam garam kehidupan.

​Ditempat yang sama, Sena Adijaya Kusumah, Staf Khusus DPD RI yang turut hadir, mengamati betapa khidmatnya interaksi tersebut. Menurutnya, acara ini membuktikan bahwa relasi antara pemimpin dan rakyat tidak bisa diputus oleh narasi-narasi luar jika dasarnya adalah ketulusan.

​“Kang Erwin sengaja hadir untuk melihat kelompok kecil masyarakat yang masih memerlukan bantuan. Respons masyarakat begitu hangat, menunjukkan kerinduan mereka akan kehadiran sosok yang peduli,” tutur Sena.

Baca juga:  Jabar Kondusif: SBNI dan FPPSDA-LH Sepakati Bantuan Dampak Tambang Sesuai Verval DPM - Desa

​Acara yang dimulai sejak pukul 17.00 WIB ini diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan simbolis pemberian santunan. Tak hanya bantuan materi, kehangatan batin melalui dialog “ramah tamah” menjadi menu utama sebelum kumandang azan Maghrib memecah suasana.

​Di bawah bendera SBNI, APAK, dan YGANN, sore itu di Bandung membuktikan bahwa sinergi antar lembaga—jika diarahkan pada kegiatan humanis—mampu menciptakan resonansi positif yang jauh lebih kuat daripada sekadar retorika politik.

​Hingga acara usai pukul 19.30 WIB, tawa kecil masih terdengar di antara sisa kopi dan bincang-bincang santai. Sebuah pesan tersirat dari Jalan Dalam Kaum: bahwa di bulan Ramadhan, setiap tangan yang terulur dan setiap doa yang terucap, adalah perekat bagi keutuhan sosial bangsa. (PM)