Membangun Fondasi Logika Generasi Muda, Pemkot Bandung Dorong Pemerataan Akses Pendidikan dan Penguatan Karakter

Avatar photo

Porosmedia.com, Bandung – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa esensi pendidikan matematika bukan sekadar menghafal rumus, melainkan instrumen utama dalam melatih cara berpikir logis, analitis, dan kritis.

​Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan para pendidik, orang tua, dan pelajar dalam acara Babak Final Lomba Cerdas Cermat Matematika antar Pelajar SMP Negeri se-Kota Bandung Tahun 2026, yang diselenggarakan di Auditorium Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Barat, Kamis (5/11/2026).

​“Matematika itu bukan pilihan hafalan. Artinya, matematika harus menggunakan logika. Dengan menguasai matematika, kita bisa menguasai logika,” ujar Farhan dalam arahannya.

Strategi Pemerataan Akses dan Ekosistem Pendidikan Inklusif

​Di tengah dinamika pembangunan perkotaan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menegaskan komitmennya untuk memastikan arah kebijakan pendidikan berorientasi pada penguatan ilmu pengetahuan, penguasaan teknologi, serta pembentukan akhlak mulia.

​Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota menyoroti tantangan krusial terkait masih adanya sekitar 7.800 anak usia sekolah di Kota Bandung yang belum mendapatkan akses pendidikan formal yang layak. Pemkot Bandung menilai bahwa penyelesaian persoalan ini tidak dapat dibebankan solely kepada Dinas Pendidikan semata, melainkan memerlukan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan ekosistem terpadu: mulai dari pemerintah daerah, institusi satuan pendidikan, tenaga pendidik, lingkungan keluarga, sektor swasta, hingga lembaga filantropi.

Baca juga:  Lewat Lembur Katumbiri, Bandung Harus Punya Cerita yang Menginspirasi

​Penguatan Kesehatan Mental dan Layanan Jasmani di Sekolah

​Sebagai langkah preventif dan komprehensif dalam pembangunan sumber daya manusia, Pemkot Bandung saat ini tengah mengkaji kebijakan strategis tambahan:

  1. ​Peningkatan Porsi Pendidikan Jasmani: Bertujuan untuk menjaga kebugaran fisik serta membangun ketahanan kesehatan siswa secara berkelanjutan.
  2. ​Perluasan Layanan Kesehatan Mental: Menghadirkan dukungan psikologis yang lebih masif di lingkungan sekolah guna mengantisipasi tekanan psikososial remaja.
  3. ​Peningkatan Kapasitas Guru Bimbingan dan Konseling (BK): Mengoptimalkan peran strategis guru BK sebagai garda terdepan pendampingan karakter dan penyelesaian masalah siswa di sekolah.

​Seluruh rangkaian kebijakan tersebut diarahkan sebagai instrumen pencapaian visi jangka panjang, yakni mempersiapkan generasi muda Kota Bandung yang cerdas secara intelektual, sehat secara jasmani dan rohani, berkarakter, serta berakhlak mulia demi menyongsong momentum Indonesia Emas 2045.

​Apresiasi Prestasi Akademik Pelajar

​Babak final kompetisi Cerdas Cermat Matematika tingkat SMP Negeri se-Kota Bandung tahun ini berlangsung kompetitif dan ketat. Berdasarkan hasil akumulasi dewan juri, berikut adalah daftar sekolah yang berhasil menorehkan prestasi terbaik:

  • ​Juara I: SMP Negeri 15 Bandung (Total Skor: 1.675)
  • ​Juara II: SMP Negeri 58 Bandung (Total Skor: 575)
  • ​Juara III: SMP Negeri 41 Bandung (Total Skor: 425)
Baca juga:  Pancasila Sakti, TNI Kuat, Tetapi Apakah Cita-Cita Konstitusi Sudah Terwujud?

​