Porosmedia.com, Bandung – Berawal dari sebuah filosofi sederhana tentang aliran air di kawasan Teras Cihampelas, Komunitas Jalan Sehat “Ngapung” kini bertransformasi menjadi sebuah gerakan sosial yang inklusif. Didirikan pada tahun 2020, komunitas ini membuktikan bahwa aktivitas fisik ringan dapat menjadi pemantik bagi aksi kemanusiaan yang lebih luas.
Nama “Ngapung” secara spesifik terinspirasi dari pengamatan terhadap benda-benda ringan yang hanyut mengikuti arus drainase di kawasan Teras Cihampelas pada masa kepemimpinan Gubernur Ridwan Kamil. Pengamatan tersebut melahirkan refleksi mendalam mengenai keselarasan antara gerak tubuh (aktivitas jalan kaki) dengan kelestarian ekosistem lingkungan urban.
Bambang Sudaryanto, selaku inisiator bersama Pak Haji Nur Yahya dan Yadi, merancang komunitas ini sebagai ruang interaksi yang fleksibel. Tanpa sekat birokrasi yang kaku, “Ngapung” mengedepankan prinsip tadabbur alam (merenungi kebesaran alam) dan penguatan tali silaturahmi antaranggota.
Meskipun berpusat di kawasan Pangumbahan, Wastu Kencana, keanggotaan komunitas ini bersifat terbuka dan lintas wilayah. Keberagaman latar belakang profesi dan domisili para anggotanya justru menjadi kekuatan utama dalam membangun solidaritas sosial.
”Perbedaan alamat dan latar belakang bukan menjadi penghalang. Justru di sini kami menyatu dalam semangat hidup sehat yang kolektif,” ujar Bambang Sudaryanto dalam keterangannya.
Seiring berjalannya waktu, kontribusi “Ngapung” tidak lagi terbatas pada aspek kesehatan fisik. Komunitas ini aktif melakukan langkah nyata dalam bidang filantropi dan pengembangan sarana publik melalui kolaborasi strategis. Beberapa program unggulan yang telah direalisasikan antara lain:
Kesehatan Masyarakat: Bekerja sama dengan Yayasan Andalusia Insani (YASIN) dalam menyelenggarakan khitanan massal bagi warga kurang mampu.
Penyediaan Sarana Ibadah: Pembangunan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih di sejumlah masjid.
Pemberdayaan Pemuda: Mendukung secara aktif berbagai agenda kegiatan Karang Taruna di tingkat lokal.
Hingga saat ini, kegiatan jalan sehat rutin dilakukan setiap pekan dengan melibatkan pengurus warga setempat di Pangumbahan, Wastu Kencana. Melalui langkah kaki yang konsisten, komunitas ini berharap dapat terus menginspirasi masyarakat luas bahwa perubahan sosial yang positif dapat dimulai dari aktivitas sederhana yang dilakukan secara berjamaah.
Langkah demi langkah yang diayunkan anggota “Ngapung” kini bukan sekadar upaya menjaga kebugaran, melainkan simbol perjalanan kebersamaan yang berorientasi pada kemaslahatan umat dan lingkungan.







