Porosmedia.com, Bandung – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang (Diciptabintar) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan tata kelola perkotaan yang berkelanjutan, akuntabel, dan berbasis pelayanan publik digital.
Di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Ciptabintar Kota Bandung, Ir. Rulli Subhanudin, S.T., M.T., instansi pelaksana pemanfaatan ruang dan pembangunan fisik ini mengusung berbagai terobosan strategis sekaligus merespons tantangan penataan kota yang kian kompleks.
Dalam wawancara eksklusif bersama porosmedia.com, Ir. Rulli Subhanudin memaparkan cakupan fungsi tata ruang, capaian inovasi, hingga gagasan strategis pengembangan Kota Bandung ke depan.
Layanan Prioritas dan Pengawasan Bangunan
Diciptabintar memegang peranan krusial sebagai garda terdepan perencanaan, pengawasan, dan perizinan fisik di wilayah Kota Bandung. Lingkup pelayanannya mencakup penerbitan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR), Keterangan Rencana Kota (KRK), verifikasi rekomendasi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG—pengganti IMB), Sertifikat Laik Fungsi (SLF), hingga pengelolaan Tempat Pemakaman Umum (TPU).
Kadis Ciptabintar Kota Bandung, Ir. Rulli Subhanudin, S.T., M.T., menegaskan bahwa fungsi pengawasan dan pengendalian (Wasdal) dilakukan secara terukur demi memastikan setiap pembangunan fisik mengindahkan daya dukung lingkungan dan kepatuhan hukum.
“Prinsip utama kami adalah memastikan pembangunan fisik berjalan selaras dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Pengawasan terhadap ketaatan Garis Sempadan Bangunan (GSB), Garis Sempadan Sungai (GSS), serta pemenuhan koefisien resapan air menjadi fondasi utama agar Kota Bandung tetap tertata dan minim risiko bencana,” ujar Rulli.
Penindakan terhadap potensi pelanggaran tata ruang dilaksanakan secara berjenjang melalui mekanisme pembinaan, pengiriman surat peringatan (SP), hingga rekomendasi penertiban berkoordinasi dengan instansi penegak perda terkait.
Transformasi Digital dan Capaian Kinerja
Sejalan dengan semangat modernisasi birokrasi, Diciptabintar sukses meluncurkan dan mengoptimalkan sistem Bandung Spatial Map Pro (BSM Pro). Inovasi berbasis Geographic Information System (GIS) ini membuka akses informasi peta zonasi interaktif secara transparan kepada publik dan dunia usaha.
Selain integrasi peta tata ruang dengan sistem Online Single Submission (OSS) nasional, Diciptabintar secara konsisten mendorong peningkatan mutu arsitektur kota melalui perlindungan Bangunan Cagar Budaya serta pembenahan tata kelola TPU berbasis aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pemakaman (SIMPEL).
Penguatan Evaluasi dan Respon Terhadap Tantangan Perkotaan
Menjawab dinamika pembangunan perkotaan yang pesat, pihak Diciptabintar memandang masukan dan evaluasi publik sebagai bagian penting dari peningkatan kualitas kinerja organisasi.
Beberapa aspek yang terus diperkuat antara lain optimalisasi percepatan prosedur pengawasan bangunan komersial maupun privat, penataan kawasan resapan air terutama di area tangkapan air perkotaan, serta peningkatan sosialisasi regulasi PBG dan SLF agar makin dipahami oleh masyarakat luas.
“Kami menyadari pesatnya pertumbuhan fisik kota membutuhkan responsivitas tinggi. Diciptabintar terbuka terhadap masukan konstruktif dari masyarakat demi mempercepat pembenahan koordinasi teknis dan transparansi pelayanan di lapangan,” tambah Rulli.
Langkah Strategis: Menuju Kota Resapan dan Tata Ruang Berkelanjutan
Menatap tantangan tata ruang masa depan, Kadis Ciptabintar menggarisbawahi sejumlah gagasan dan langkah inovatif yang dipersiapkan untuk memperkuat kualitas hidup warga Kota Bandung:
- Pengawasan Tata Ruang Berbasis Teknologi Modern: Mendorong integrasi pemantauan alih fungsi lahan memanfaatkan pemetaan digital berkala guna mempercepat identifikasi perubahan fisik di lapangan.
- Penguatan Konsep Sponge City (Kota Resapan): Mendorong setiap persetujuan perizinan bangunan gedung untuk menerapkan prinsip ramah lingkungan, seperti ketersediaan sumur resapan, biopori, dan drainase vertikal guna menjaga keseimbangan ekologis.
- Klinik Edukasi dan Pendampingan PBG: Memperluas akses pendampingan teknis perizinan dan kelaikan bangunan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) agar hunian swadaya memenuhi standar keselamatan gedung.
- Modernisasi Pengelolaan TPU Berkelanjutan: Mengembangkan penataan ruang pemakaman berkonsep ramah lingkungan (Eco-Park) yang ditopang sistem pelayanan retribusi digital non-tunai secara menyeluruh.
Melalui sinergi antara ketegasan regulasi, pemanfaatan teknologi, dan partisipasi aktif warga, Diciptabintar Kota Bandung optimistis dapat mewujudkan ruang kota yang aman, nyaman, dan berkelanjutan. (Red)







