Aliansi Anti Korupsi Bandung Soroti Dugaan ‘Conflict of Interest’ dalam Seleksi Dirut Perumda Tirtawening

Avatar photo

Porosmedia.com, Bandung – Proses seleksi calon Direktur Utama Perumda Tirtawening Kota Bandung kini berada di bawah pengawasan ketat elemen masyarakat. Aliansi Anti korupsi Bandung (AAK-B) secara terbuka menyatakan keberatan atas melenggangnya salah satu kandidat yang dinilai memiliki hambatan administratif dan etika.

​Persoalan ini mencuat setelah pengumuman hasil uji kesehatan dan psikotes yang dirilis pada 27 Februari 2026. Salah satu nama yang lolos ke tahap wawancara UKK (Uji Kelayakan dan Kepatutan) diduga masih aktif menjabat sebagai pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kota Bandung yang juga memiliki keterkaitan peran dalam kepanitiaan seleksi.

Perwakilan Aliansi Anti Korupsi Bandung menegaskan bahwa secara administratif, pencalonan figur yang masih menjabat dan memiliki peran di kepanitiaan seharusnya gugur demi hukum. Hal ini merujuk pada prinsip transparansi dan objektivitas dalam pengadaan pejabat BUMD.

​”Kami memandang ada ketidakteraturan administratif di sini. Bagaimana mungkin seseorang yang masih menjabat aktif, bahkan diduga berada di lingkaran kepanitiaan, ikut bertarung dalam open bidding untuk posisi independen. Ini bukan hanya soal kompetensi, tapi soal etika ASN,” tegas pihak Aliansi dalam keterangannya, Minggu (8/3/2026) lewat keterangan tertulisnya ke redaksi porosmedia.com

Baca juga:  Pasar Ciroyom Bandung Juara: Gagal Kelola, Perumda Wajib Dievaluasi Total

Lebih lanjut, pihak Aliansi Anti Korupsi Bandung menyatakan tidak akan tinggal diam jika panitia seleksi (Pansel) memaksakan kelolosan kandidat yang dianggap bermasalah secara prosedur tersebut.

​Pihaknya berencana melakukan koordinasi langsung dengan Ketua DPRD Kota Bandung serta Wali Kota Bandung untuk meninjau ulang integritas proses seleksi ini.

​”Jika proses ini tetap diloloskan tanpa mengevaluasi hambatan etika dan administrasi tersebut, kami akan segera melakukan aksi dan berkoordinasi dengan pimpinan legislatif serta eksekutif di Kota Bandung. Kita ingin memastikan Perumda Tirtawening dipimpin oleh sosok yang bersih dari polemik kepentingan sejak awal proses seleksi,” tambahnya.

Berdasarkan sumber dari undangan resmi Panitia Seleksi, para peserta yang dinyatakan lulus kesehatan dan psikotes dijadwalkan mengikuti Tes Wawancara UKK pada Selasa, 10 Maret 2026, bertempat di Hotel Vasaka Maison, Jalan Asia Afrika, Bandung.

​Hingga berita ini diturunkan, publik menunggu langkah tegas dari Sekretaris Daerah Kota Bandung selaku Ketua Panitia Seleksi untuk memberikan klarifikasi terkait transparansi status para kandidat guna menjaga kredibilitas hasil seleksi Perumda Tirtawening ke depan.