Dukungan RASN terhadap Proyek Perubahan INTI KRISNA Polrestabes Bandung

Avatar photo

Potossmedia.com, Bandung – Ormas Rumah Aliansi Sunda Ngahiji (RASN) menyatakan dukungan penuh terhadap Proyek Perubahan bertajuk Tata Kelola Pelaporan Intelijen Melalui Ekosistem Digital pada Intelkam Polrestabes Bandung atau INTI KRISNA.

​Inovasi tersebut digagas oleh AKBP Hunter Spionator, S.I.K., M.Si., peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XIX Tahun 2026.

​Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal RASN, Kang Ogi, melalui keterangan resminya di Bandung pada Selasa (7/10/2026).

​Sinergi Elemen Masyarakat dan Kepolisian

​Kang Ogi menyampaikan bahwa gagasan digitalisasi pelaporan intelijen ini memiliki peran strategis dalam merawat stabilitas dan keamanan di wilayah hukum Kota Bandung.

​”Setelah menerima paparan komprehensif, kami dari RASN mendukung penuh Proyek Perubahan INTI KRISNA yang diinisiasi oleh AKBP Hunter Spionator. Inovasi ini sangat bermanfaat untuk memperkuat sinergi antar-stakeholder serta elemen masyarakat di Kota Bandung,” ujar Kang Ogi.

Tiga Pokok Pertimbangan Dukungan

​RASN mencatat tiga poin utama yang menjadi pertimbangan mendasar dalam mendukung penguatan ekosistem digital tersebut:

• ​Transformasi Tata Kelola: Digitalisasi pelaporan intelijen mendorong proses informasi yang lebih cepat, akurat, dan terintegrasi di lingkungan Satintelkam Polrestabes Bandung.

• ​Penguatan Sinergisitas: Membuka ruang kolaborasi yang lebih efektif antara pihak kepolisian, pemangku kepentingan, serta organisasi kemasyarakatan dan komunitas budaya.

• ​Stabilitas Keamanan Wilayah: Sistem pelaporan yang terstruktur mendukung langkah deteksi dini demi mewujudkan situasi ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.

​Komitmen Mewujudkan Bandung Kondusif

​Sebagai organisasi yang memegang teguh prinsip Sunda Ngahiji—solid, berbudaya, dan bermartabat—RASN menilai keberadaan INTI KRISNA sejalan dengan visi mewujudkan Kota Bandung yang aman dan harmonis.

​RASN berharap inovasi tata kelola berbasis digital ini dapat diimplementasikan secara berkelanjutan serta menjadi percontohan bagi kelembagaan intelijen kepolisian di daerah lain.