Jejak Dedikasi Penyiar Ikonik TVRI: Dari Layar Kaca hingga Menjadi Legenda

Avatar photo

Porosmedia.com – Televisi Republik Indonesia (TVRI) bukan sekadar stasiun televisi, melainkan saksi bisu perjalanan sejarah bangsa sejak mengudara pertama kali pada 24 Agustus 1962. Sebagai pelopor penyiaran nasional, TVRI telah melahirkan deretan jurnalis dan presenter legendaris yang dedikasinya tetap membekas di ingatan publik, khususnya generasi era 70-an hingga 90-an.

​Hingga tahun 2025, program berita TVRI telah menempuh perjalanan panjang selama 62 tahun. Mengenang kembali masa keemasan tersebut, berikut adalah potret terkini dan rekam jejak para penyiar ikonik yang pernah menjadi wajah informasi Indonesia:

​1. Susalamun (Raden Ayu Siti Partuti Suskandhani Saparman)

​Dikenal sebagai pembawa acara televisi pertama di Indonesia, Susalamun mencatatkan sejarah saat memandu upacara pembukaan Asian Games IV tahun 1962 di Stadion Gelora Bung Karno. Sosok yang mengawali karier di RRI Solo ini menjadi standar profesionalisme penyiar pada masanya. Atas dedikasinya, ia dianugerahi penghargaan khusus Panasonic Gobel Awards 2018. Tokoh inspiratif ini wafat pada 12 Desember 2020 di usia 87 tahun, meninggalkan warisan berharga bagi dunia pertelevisian tanah air.

Baca juga:  Polemik Gn. Wayang: Antara Usulan Tahura dan Dinamika SK Perhutanan Sosial

​2. Yasir Denhas

​Suara berat yang tenang dan pembawaan yang berwibawa menjadi ciri khas Yasir Denhas, terutama saat memandu program ikonik “Dunia Dalam Berita”. Program mancanegara yang rutin menyapa pemirsa pukul 21.00 WIB ini sempat menjadi referensi utama informasi global. Meski telah pensiun dari layar kaca, Yasir dikabarkan tetap aktif menyalurkan kecintaannya pada dunia penyiaran melalui media radio.

​3. Anita Rahman (Retna Anita Herawati)

​Menjadi ikon TVRI pada era 1980-an, Anita Rahman dikenal dengan gaya penyampaian berita yang tegas. Selain di TVRI, ia juga aktif sebagai penyiar berita bahasa Inggris di RRI. Saat ini, di usia yang menginjak 80 tahun, kondisi kesehatan Anita menjadi perhatian publik setelah sempat diunggah oleh tokoh media Peter F. Gontha. Keberadaannya kini menjadi pengingat pentingnya apresiasi bagi para pionir komunikasi bangsa di masa tua mereka.

​4. Tatik Tito (Kusmiyati)

​Tak hanya piawai di meja berita dari tahun 1965 hingga 1973, Tatik Tito juga dikenal sebagai bintang layar lebar melalui film-film seperti Tetesan Air Mata Ibu dan Lupa Daratan. Sosok multitalenta ini telah berpulang pada tahun 2017 di usia 77 tahun, meninggalkan jejak karya yang besar di industri hiburan dan penyiaran.

Baca juga:  Farhan Siapkan Tabungan Demi Saham Persib: Antusiasme Wali Kota Bandung Hadapi Peluang IPO PT PBB

​5. Tuti Adhitama

​Sulit membayangkan “Dunia Dalam Berita” tanpa sosok Tuti Adhitama. Dengan kacamata ikoniknya, ia menjadi salah satu jurnalis paling berpengaruh yang pernah memimpin Majalah Eksekutif dan berkarier di Voice of America (VOA). Tuti wafat pada 22 Februari 2015, namun namanya tetap menjadi referensi utama jurnalisme televisi yang berintegritas.

​6. Inke Maris

​Inke Maris adalah simbol profesionalisme penyiar dwibahasa. Mengawali karier di BBC Radio, ia menjadi jurnalis Indonesia pertama yang mewawancarai Margaret Thatcher. Selama kariernya, ia tercatat telah mewawancarai lebih dari 400 tokoh dunia, termasuk Yasser Arafat. Inke Maris berpulang pada 31 Desember 2020 akibat komplikasi stroke, meninggalkan standar tinggi dalam teknik wawancara jurnalistik.

​7. Dian Budiargo & Adolf Posumah

​Dian Budiargo, yang memandu berita pada periode 1989-2001, kini mengabdikan diri di dunia pendidikan sebagai dosen senior setelah meraih gelar Doktor Komunikasi. Sementara itu, Adolf Posumah yang dikenal melalui program Kamera Ria dan kemudian merambah ke televisi swasta, tetap diingat sebagai salah satu presenter pria paling karismatik yang mewarnai transisi industri penyiaran dari TVRI ke era televisi swasta.

Baca juga:  Rawat Kemerdekaan dan Cinta Tanah Air dengan Akhlakul Karimah

https://youtu.be/L_YjJ68YZX4?si=i7ROgXQbSHgVzC8r​

Redaksi Porosmedia

Mengawal Informasi, Menjaga Histori.