Tidur Yang Dicela Menurut Ajaran Islam

Tidur Yang Dicela Menurut Ajaran Islam
Foto: Getty Images/iStockphoto

Porosmedia.com – Waktu tidur yang ideal bagi seorang muslim adalah langsung tidur sebisa mungkin setelah Shalat Isya, akan tetapi apabila ada kegiatan yang lebih mashlahat dan untuk kebaikan seperti belajar, menerima tamu, berbincang-bincang dengan keluarganya masih boleh dilakukan namun tetap tidak sampai larut malam.

ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ

Ingat ya, begadang setelah shalat Isya tanpa ada keperluan itu tercela, sebagaimana diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.” (HR. Bukhari, no. 568).

ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ

Dibalik anjuran untuk tidur lebih awal tentu banyak sisi baiknya bagi kesehatan, apalagi sebagian besar jurnal penelitian dalam bidang kesehatan sering menyebutkankan dampak buruk akibat tidur larut malam.

Kurang tidur dapat berpengaruh terhadap banyak hal, mulai dari kesehatan fisik, mental, hingga mengganggu aktivitas harian. Dengan kurangnya waktu tidur, sederet bahaya begadang mengintai tubuh kita. Banyak ahli menekankan pentingnya tidur yang cukup demi kesehatan mental dan fisik.

ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ

Ibnu Baththal rahimahullah menjelaskan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka begadang setelah shalat Isya karena beliau sangat ingin melaksanakan shalat malam dan khawatir jika sampai luput dari shalat shubuh berjemaah.

Baca juga:  Fakta-fakta Seputar Hernia, yang Bisa Terjadi pada Bayi Baru Lahir

 

Umar bin Al Khottob sampai-sampai pernah memukul orang yang begadang setelah shalat Isya, beliau mengatakan, “Apakah kalian sekarang begadang di awal malam, nanti di akhir malam tertidur lelap?!”. (Syarh Al-Bukhari, Ibnu Baththal, 3:278, Asy-Syamilah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *