Pergaulan Antara Laki-Laki dan Perempuan dalam Islam

Pergaulan Antara Laki-Laki dan Perempuan dalam Islam

Porosmedia.com, Pergaulan Antara Laki-Laki dan Perempuan dalam Islam – Manusia sebagai makhluk sosial adalah makhluk yang berhubungan secara timbal-balik dengan manusia lain. Dalam sosiologi, makhluk sosial adalah sebuah konsep ideologis dimana masyarakat atau struktur sosial dipandang sebagai sebuah “organisme hidup”.

Semua elemen masyarakat atau organisme sosial memiliki fungsi yang mempertahankan stabilitas dan kekompakan dari organisme. Dengan kata lain, manusia tergantung satu sama lainnya untuk menjaga keutuhan masyarakat. Kita sebagai makhluk sosial tak bisa hidup seorang diri, melainkan butuh orang lain. Sebab, segala yang berkaitan dengan kehidupan ini tak semuanya bisa dilakukan sendiri.

Ada beberapa hal yang tidak bisa kita kerjakan seorang diri, seperti halnya pakaian yang kita gunakan, makanan atau pun minuman, dan hal lainnya. Maka, agar kita dapat menjalani hidup ini dengan selaras, perlu bagi kita membina budaya bergaul yang baik. Ya, pergaulan yang baik dengan sesama adalah hal yang paling utama dalam hidup ini. Sebab, dari sanalah kita dapat mempunyai orang-orang yang akan senantiasa rela menolong ketika kita membutuhkan.

Rasulullah SAW sebagai panutan kita telah memberikan contoh dari sikap beliau dalam bergaul. Bahkan, ketika beliau dihadapi dalam suatu masalah pun, yakni orang yang tidak menyukainya, tapi ia tetap berlaku baik pada orang itu.

Sebagaimana Aisyah RA berkata, “Apabila sampai kepada Rasulullah SAW tentang seseorang yang berkata tidak baik, beliau tidak berkata, ‘Mengapa Fulan berkata,’ akan tetapi beliau berkata, ‘Mengapa suatu kaum berkata begini dan begitu,” (HR. Tirmidzi).

Selain itu, hal yang dapat kita contoh dari Rasulullah SAW, dimana ini dapat menjadi panutan kita ketika menghadapi hal yang tidak kita sukai, namun tidak sampai menyakiti orang lain.

Dari Anas RA bahwasanya ada seorang laki-laki yang masuk ke rumah Rasulullah SAW dan di badan orang tersebut ada bekas warna kuning dan Rasulullah SAW jarang menghadapi seseorang yang di wajahnya terlihat sesuatu yang tidak disenangi, apabila orang tersebut keluar Rasulullah SAW berkata, “Kalau seandainya kalian menyuruh orang ini mencuci warna kuning tersebut,” (HR. Abu Daud dan Ahmad).

Baca juga:  Kenali Bahaya Child Grooming yang Mengancam Anak

Tentu kita mengetahui terdapat banyak jalan untuk menuju surga-Nya Allah SWT. Nah, dengan memelihara pergaulan yang baik dengan sesama ini pun dapat dijadikan salah satu jalannya. Yakni dengan cara memelihara sikap rendah diri, lembut dan mudah kepada sesama.

Dari Ibnu Mas’ud RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Maukah aku beritahu kalian yang haram atas neraka, atau neraka haram baginya? Neraka haram bagi semua yang dekat, rendah diri, lembut dan mudah,” (HR. Tirmidzi).

Dalam Islam, interaksi antara laki-laki dan wanita memiliki cara khusus yang harus dipatuhi. Sebagaimana kita ketahui, berinteraksi dengan lawan jenis tidak bisa dilakukan dengan sembarangan karena Allah sendiri telah mengaturnya dalam Al Quran dan diperjelas kembali melalui Hadits.

1. Menutup Aurat

Bagi seorang wanita yang ingin melakukan komunikasi dengan pria yang bukan mahramnya, maka hendaknya ia selalu menjaga auratnya tetap tertutup. Jangan sampai menggunakan pakaian yang menarik perhatian hingga menimbulkan bisikan setan apalagi terjerumus ke dalam syahwat. Sebagaimana Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang Mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka !” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allâh adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-Ahzâb/33:59)

2. Dilarang Berduaan (khalwat)

Tidak ada larangan untuk bergaul dengan lawan jenis, namun membutuhkan lebih banyak kewaspadaan dan kehati-hatian dalam melakukannya. Hal ini demi mencegah terjadinya fitnah apalagi terjerumusnya keduanya dalam dosa besar. Salah satu adab yang perlu dipatuhi adalah tidak berduaan.

Baca juga:  Hukum Bercanda dalam Kaca Mata Islam

Ketika keduanya hanya berduaan, maka setan akan sangat mudah untuk menggoda dan membisikkan berbagai macam godaan dosa yang terlihat indah. Bahkan meskipun seorang yang alim, hendaknya tetap menghindari kontak seperti ini.

Dari Umar bin Khattab, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“Janganlah salah seorang diantara kalian berduaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya) karena setan adalah orang ketiganya, maka barangsiapa yang bangga dengan kebaikannya dan sedih dengan keburukannya, maka dia adalah seorang mukmin.” (HR. Ahmad).

3. Menundukkan Pandangan

Baik laki-laki maupun wanita, sebaiknya ketika melakukan komunikasi saling menundukkan pandangan. Hal ini dikarenakan dalam pandangan terdapat godaan untuk melakukan zina dengan diperlihatkannya keindahan dan kenikmatan yang sebenarnya menjebak.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Telah ditentukan bagi anak adam (manusia) bagian zinanya. Dimana ia pasti mengerjakannya. Zina kedua mata adalah melihat, zina kedua telinga adalah mendengar, zina lisan adalah berbicara, zina tangan adalah memukul, zina kaki adalah berjalan, serta zina hati adalah bernafsu dan berangan-angan, yang semuanya dibuktikan atau tidak dibuktikan oleh kemaluan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

4. Tidak Menyentuh

Interaksi antara lawan jenis diperbolehkan dalam Islam, selama masih dalam batas yang diperbolehkan dalam Islam. Salah satunya adalah dilarang bersentuhan. Hal ini sesuai dengan apa yang diucapkan Rasulullah dahulu,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ

“Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya.” (HR. Thobroni dalam Mu’jam Al Kabir 20: 211. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Baca juga:  Markotop dan Kemetak: Sak Karepe Gusti Allah

5. Tidak Berdandan

Dalam Islam, seorang wanita hanya diperbolehkan untuk berdandan di hadapan suaminya saja. Begitu pula ketika bergaul dengan lawan jenis. Wanita yang dengan sengaja berdandan bahkan menggunakan wewangian untuk memikat laki-laki merupakan wanita yang sangat rendah dalam Islam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ

“Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” (HR. An Nasa’i no. 5129, Abu Daud no. 4173, Tirmidzi no. 2786 dan Ahmad 4: 414. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Sanad hadits ini hasan kata Al Hafizh Abu Thohir).

6. Menjaga Batas Intensitas Komunikasi

Ingatlah bahwa bergaul dengan lawan jenis memiliki banyak resiko, terutama fitnah dan zina. Maka dari itu, jagalah agar tidak terlalu sering melakukan komunikasi dengan lawan jenis agar tidak terjadi hal yang membuat kita terjerumus dalam dosa. Terlalu berlebihan dalam berkomunikasi dapat menyebabkan kesalahpahaman hingga menimbulkan fitnah. Rasulullah pernah memberikan peringatan pada kita semua,

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

“Tidaklah aku tinggalkan sepeninggalku fitnah (ujian) yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki daripada (fitnah) wanita.” (HR. Bukhari no. 5096 dan Muslim no.7122).

7. Tidak Bercampur Baur

Adab dalam bergaul dengan lawan jenis yang lain adalah tidak bercampur baur. Hendaknya kita memisahkan diri dari lawan jenis ketika melakukan komunikasi. Sebagaimana yang dilakukan para sahabat ketika bertanya pada istri-istri Rasulullah. Allah Ta’ala berfirman,

وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعاً فَاسْأَلُوهُنَّ مِن وَرَاء حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ

“Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (Al-Ahzab: 53).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *