Operasi Kemanusiaan: Hulubalang Indonesia Sisir Zona Rawan Longsor Pasirlangu

Avatar photo

Porosmedia.com, Kab. Bandung Barat – Di tengah ancaman pergerakan tanah susulan, upaya pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, terus diintensifkan. Tim Rescue Hulubalang Indonesia menjadi salah satu garda depan yang terjun langsung menyisir zona A1 dan A2, wilayah yang dikategorikan sebagai titik paling terdampak dengan risiko tinggi.

​Sebanyak 10 personel dari Hulubalang Indonesia dikerahkan untuk memperkuat Tim SAR Gabungan dalam misi kemanusiaan ini. Fokus operasi difokuskan pada area pemukiman yang tertimbun material tanah, di mana akses dan kondisi geologis saat ini tergolong labil.

​Chief Commander Hulubalang Indonesia, Ryza Rizaldy, yang akrab disapa Ojos, menegaskan bahwa pengerahan personel ini murni didasari oleh urgensi kemanusiaan. Menurutnya, kepastian nasib para korban yang belum ditemukan merupakan prioritas utama tim di lapangan.

​”Kehadiran kami di sini adalah bentuk respons cepat terhadap tragedi ini. Selama proses pencarian masih berlangsung dan ada saudara kita yang belum ditemukan, kami berkomitmen untuk tetap berada di lapangan bersama tim gabungan,” ujar Ryza saat ditemui di sela-sela operasi penyisiran.

Baca juga:  Green Province merupakan langkah tepat Meningkatkan Ketahanan Pangan, serta Menghindarkan Jabar dari Bencana

Tantangan di Zona A1 dan A2 tidaklah ringan. Curah hujan yang tidak menentu serta struktur tanah yang jenuh air membuat operasi pencarian harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian guna menghindari jatuhnya korban tambahan dari pihak relawan.

​Berdasarkan data terkini dari otoritas kebencanaan, Kecamatan Cisarua menjadi titik kerusakan terparah dalam rentetan bencana kali ini. Berikut adalah rincian dampak di lokasi tersebut:

Kerusakan Fisik: 48 rumah rusak berat, 1 fasilitas umum, dan 1 rumah ibadah terdampak.

Dampak Sosial: 51 KK (158 jiwa) terdampak langsung, serta 44 KK (146 jiwa) kini berada di posko pengungsian.

Status Pencarian: 10 orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian intensif.

​Posko pengungsian saat ini dipusatkan di Aula Desa dan GOR Desa Pasirlangu untuk menjamin kebutuhan logistik dan kesehatan warga terpenuhi. Sementara itu, duka serupa juga menyelimuti Kecamatan Lembang yang melaporkan satu unit rumah hancur dan dua warga dinyatakan meninggal dunia akibat kejadian serupa.

​BPBD Provinsi Jawa Barat bersama BPBD Kabupaten Bandung Barat secara resmi telah menetapkan perpanjangan masa pencarian hingga tujuh hari ke depan. Langkah ini diambil guna memaksimalkan penyisiran di seluruh sektor terdampak.

Baca juga:  Kejari Bandung Telusuri Dugaan Penyimpangan Anggaran 2025: Lebih dari 50 Saksi Dihadirkan, Jejak Kickback Mulai Tercium

​Hulubalang Indonesia bersama jajaran SAR Gabungan tetap bersiaga di garis depan. Di tengah duka yang mendalam bagi warga Pasirlangu, dedikasi para relawan ini menjadi secercah harapan bagi keluarga korban yang tengah menanti kepastian di tengah ketidakpastian alam.