Momentum 2026, IWS Indonesia dan KangPrabu Perkuat Sinergi Melalui Reformasi Manajemen Organisasi

Avatar photo

Porosmedia.com, Bandung – Mengawali tahun 2026, Ikatan Warga Satya (IWS) Indonesia menggelar pertemuan strategis bersama relawan KangPrabu (Kangen Prabowo Unggul) di Kampung Panyadap, Solokan Jeruk Solokan Jeruk, Kecamatan Majalaya, Kamis (01/01/2026). Pertemuan ini menjadi titik tolak bagi kedua organisasi untuk melakukan evaluasi total serta kolaborasi program yang akan diimplementasikan mulai 2 Januari 2026.

​Hal tersebut dikatakan, Ketua Harian IWS, Irianto, S.H., menegaskan bahwa perubahan besar harus dimulai segera. “Kita harus maju bersama. Evaluasi menyeluruh adalah harga mati agar organisasi tetap relevan dan berkembang di tengah dinamika zaman,” tegasnya di hadapan para anggota.

​Dalam sesi yang lebih tajam, Sekjen IWS Indonesia, Drs. Wawan Surakusumah, menyoroti pentingnya fungsi pengawasan dan kontrol. Menurutnya, birokrasi organisasi harus mengalami transformasi agar lebih lincah (agile).

​”Perlu ada perubahan mendasar untuk mempermudah dan mempercepat gerak organisasi. Semuanya harus diformalisasikan sesuai AD/ART. Kita juga harus siap menghadapi tantangan, baik berupa penilaian negatif dari luar maupun dinamika dari dalam tubuh organisasi itu sendiri,” ujar Wawan.

Baca juga:  Menyelaraskan Teknologi dan Empati: Masa Depan Rekrutmen HR

​Hal senada dipertegas oleh Ketua IWS, Drs. Adeng Wijaya, yang secara khusus menaruh harapan besar pada regenerasi anggota muda IWS untuk lebih proaktif dalam membawa perubahan.

Ditempat yang sama, ​Dr. H. Rahmat Partasasmita, S.H., M.Si., selaku Pembina IWS sekaligus Ketua Umum KangPrabu, memaparkan urgensi manajemen profesional dalam pengelolaan organisasi. Ia mengingatkan bahwa organisasi tidak bisa hanya sekadar tempat berkumpul tanpa hasil nyata.

​”Organisasi memerlukan pembiayaan yang sehat untuk bergerak. Kita harus mengatur manajemen secara transparan dan dipahami oleh seluruh pimpinan. Jangan sampai ada ‘gerakan berselimut’ atau agenda tersembunyi di dalam organisasi,” ungkap Rahmat dengan nada lugas.

​Lebih lanjut, Rahmat menjelaskan bahwa kolaborasi dengan KangPrabu memiliki korelasi historis dan visi yang sejalan dengan IWS. Ia menekankan pentingnya memegang teguh Sumpah Panca Dharma sebagai landasan moral anggota.

​”Jika organisasi dipaksakan tanpa manajemen yang sehat, ia akan bubar. Sebagai pembina, saya bergerak untuk memberikan jalan terbaik. Tahun 2026 adalah momentum kemajuan, bukan lagi sekadar wacana,” tambahnya.

Baca juga:  Rusun Kamp. Bayan belum Usai. Warga Tetap Panik dan Minta Kejelasan

​Dalam pertemuan tersebut, Boy Surakusumah turut mengenang sejarah berdirinya IWS pada tahun 1968 yang diinisiasi oleh (Alm) Atang, mantan Danpomdam saat itu, tujuannya sebagai wadah mempererat tali silaturahmi para keluarga mantan Polisi Militer, yang selanjutnya terbuka untuk umum. Senada, dikatakan Dodo Juanda, S.E., Nilai-nilai korps inilah yang diharapkan dapat terus dipelihara agar IWS di tahun 2026 tampil lebih solid dan disegani.

​Pertemuan yang berlangsung khidmat di Kecamatan Majalaya ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga kejujuran dan kesehatan organisasi demi mencapai target-target strategis di tahun yang baru.