Berita  

Menyerukan Persatuan Negara Barat, Biden Meminta Rusia Dikeluarkan dari G20

Menyerukan Persatuan Negara Barat, Biden Meminta Rusia Dikeluarkan dari G20

Porosmedia.com Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, mengatakan bahwa cara yang paling efektif untuk mengakhiri invasi Rusia di Ukraina adalah menjaga persatuan NATO dan Eropa dan menghukum negara-negara yang menentang sanksi terhadap Rusia. Biden juga meminta agar Rusia dikeluarkan dari G20.

Keanggotaan Rusia di G20 terancam menjelang pertemuan tingkat tinggi yang digelar di Bali pada 30-31 Oktober mendatang. Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden di Brussels, Belgia, pada Kamis kemarin mengatakan Rusia harus dikeluarkan dari blok kekuatan ekonomi utama itu.

“Jawaban saya adalah iya, bergantung pada G20,” kata Biden, saat ditanya soal status Rusia di keanggotaan G20.

Biden melanjutkan jika ada negara yang tak setuju dengan usulannya, termasuk Indonesia yang tahun ini menjadi presidensi dan tuan rumah, maka Ukraina juga harus diizinkan untuk menghadiri pertemuan tersebut.

NATO dan sekutu Eropa, termasuk bersama-sama menjatuhkan sanksi ke Moskow dan menghukum negara-negara yang mendukung Rusia.

Selain itu, Biden juga mengusulkan supaya Rusia dikeluarkan dari keanggotaan G20. Sekalipun anggota G20 tidak mendukung gagasan itu, Biden berjanji akan menjadikan isu Ukraina sebagai topik yang didiskusikan dalam pertemuan 20 negara ekonomi besar dunia itu.

Baca juga:  Jokowi Resmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik, Selamat Tinggal BBM!

“Satu-satunya hal yang paling penting bagi kita adalah tetap bersatu dan terus fokus terhadap kekejaman orang ini (Presiden Rusia Vladimir Putin). Dan banyak nyawa orang tak berdosa akan hilang dan hancur (karena Putin),” kata Biden saat menghadiri KTT NATO, dikutip dari NBC.

Selain Meminta Rusia Dikeluarkan dari G20, AS Juga Ingin Tekanan Kepada Rusia Secara Berkelanjutan

Selain Meminta Rusia Dikeluarkan dari G20, AS Juga Ingin Tekanan Kepada Rusia Secara Berkelanjutan
Xi Jinping dan Joe Biden (Instagram.com/chinaxinhuanews/facebook.com/Joe Biden)

Pada kesempatan yang sama, Biden juga mengumumkan paket sanksi baru terhadap Rusia, yang akan menjerat 400 individu dan entitas Rusia, termasuk Duma dan lebih dari 300 anggotanya, serta lebih dari 40 perusahaan pertahanan.

Langkah terbaru AS, kata Biden, merupakan strategi Washington agar dapat memberi tekanan kepada Rusia secara berkelanjutan dan terkoordinasi. Bukan sekadar tindakan jangka pendek.

“Saya meminta pertemuan NATO hari ini adalah untuk memastikan bahwa setelah sebulan (invas), kami akan mempertahankan apa yang kami lakukan, tidak hanya bulan depan dan bulan berikutnya, tetapi untuk sisa tahun ini. Itulah yang akan menghentikannya (invasi Rusia),” kata Biden.

Baca juga:  Ruben Onsu Bolak-balik ke Rumah Sakit, Memangnya Sakit Apa?

AS Mengingatkan Negara China Untuk Tidak Membantu Rusia

Penerus Donald Trump itu juga menyoroti hubungan China dengan Rusia sebagai sekutu dekat. Biden telah berpesan kepada Presiden Xi Jinping bahwa China akan menerima konsekuensi apabila membantu Rusia.

“Saya pikir China memahami bahwa masa depan ekonominya jauh lebih terkait erat dengan Barat daripada ke Rusia,” kata Biden.

Ukraina Meminta Bantuan Lebih Banyak dari Negara Barat

Kendati Biden telah berkomitmen untuk menyumbang 2 miliar dolar dalam bentuk bantuan militer ke Ukraina, Presiden Volodymyr Zelenskyy menyampaikan bahwa negaranya tetap membutuhkan lebih banyak bantuan untuk menghadapi Rusia, khususnya tank dan jet tempur.

“Anda memiliki setidaknya 20 ribu tank. Ukraina meminta satu persen, satu persen dari semua tank Anda untuk diberikan atau dijual kepada kami,” kata Zelenskyy dalam pidatonya kepada NATO.

“Tapi kami belum memiliki jawaban yang jelas. Hal terburuk selama perang adalah tidak memiliki jawaban yang jelas atas permintaan bantuan,” tambah dia.

Sebelumnya, otoritas Ukraina telah mengakui bahwa kualitas alutsistanya kalah jauh dengan perangkat militer Rusia. Di sisi lain, permintaan Zelenksyy untuk memberlakukan larangan zona terbang di langit Ukraina juga tak diindahkan oleh NATO.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *