Porosmedia.com, Bandung – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, kehangatan tradisi makan bersama atau yang akrab disebut munggahan kembali mewarnai atmosfer di unit Dialisis SHBC (Santosa Hospital Bandung Central). Tradisi yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir ini menjadi momen krusial bagi para penunggu pasien untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus mempersiapkan diri secara batiniah, Senin, 16 Februari 2026, di SHBC, Bandung.
Berbeda dari perayaan formal, menurut Bambang di sela acara munggahan munggahan kali ini hadir dengan nuansa kekeluargaan yang kental. Hidangan khas rumahan menjadi menu utama, hasil olahan tangan terampil para ibu yang dengan penuh kasih sayang menyiapkan sajian bagi sesama. Nama-nama seperti Ibu Nugie, Ibu Agus, Ibu Tira, Bunda Nano, hingga Ibu Markus menjadi sosok di balik lezatnya hidangan yang disajikan hari ini.
Kegiatan prasmanan ini tidak hanya diikuti oleh keluarga pasien, tetapi juga melibatkan seluruh elemen di unit Dialisis SHBC. Kehadiran para perawat, dokter, serta tim tenaga kesehatan lainnya mencerminkan sinergi dan kebersamaan yang melampaui batas hubungan profesional medis.
Makan bersama di atas hamparan kesederhanaan ini bukan sekadar aktivitas kuliner. Di dalamnya terkandung makna:
Saling Memaafkan: Membersihkan hati sebelum memasuki masa puasa.
Penguatan Mental: Saling memberi dukungan antar sesama penunggu pasien.
Rasa Syukur: Menghargai setiap detik perjalanan hidup di tengah perjuangan kesehatan.
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama. Harapan yang tersemat dari lubuk hati setiap peserta adalah memohon keberkahan serta ridha Allah SWT dalam setiap langkah perjalanan hidup. Melalui momentum ini, keluarga besar Dialisis SHBC berharap dapat menyambut Ramadan dengan hati yang bersih, damai, dan penuh optimisme untuk menggapai mardhatillah.
Amin Amin Ya Rabbal Alamin.







