Mendorong Kreativitas Lokal, Bandung Game Demo Day 2026 Unjuk Gigi di Balai Kota

Avatar photo

Porosmedia.com, Bandung –  Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memfasilitasi ajang pameran kreativitas bagi para pengembang gim lokal melalui helatan Bandung Game Demo Day 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serba Guna Lantai 3 Balai Kota Bandung ini diselenggarakan selama dua hari, mulai Jumat (7/8/2026) hingga Sabtu (8/8/2026).

​Ajang tahunan ini menjadi wadah unjuk kebolehan bagi 32 prototipe atau demo gim hasil karya animator dan developer independen. Ragam genre ditampilkan, mulai dari gim digital bergenre roguelike, simulasi manajemen, hingga board game (permainan papan) analog yang dirancang untuk mempererat interaksi keluarga.

​Kepala Diskominfo Kota Bandung, Henryco Arie Sapiie, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan ruang bagi para kreator lokal untuk menguji kelayakan produk serta mendapatkan masukan langsung dari masyarakat sebelum dirilis secara komersial.

​Inovasi Visual hingga Tantangan Teknis Pengembang

​Salah satu karya yang mencuri perhatian dalam pameran tersebut adalah Paw Pewpew, gim bergenre roguelike garapan Studio Sang Nila. Berbeda dari gim roguelike pada umumnya yang identik dengan nuansa visual gelap (dark), gim yang dikembangkan oleh Keilin dan Renggana ini menyuguhkan estetika yang cerah (vibrant), cozy, serta karakter berdesain imut.

Baca juga:  Farhan: Pendeta Sebagai Pemimpin Moral dan Sosial dalam Menjawab Tantangan Kota

​”Kebanyakan gim roguelike menggunakan gaya visual yang cenderung gelap. Kami mencoba pendekatan berbeda dengan mengusung estetika yang lebih cute dan cerah,” ujar Keilin di sela-sela pameran.

​Keilin menjelaskan, Paw Pewpew telah dikembangkan selama lima bulan. Dalam perjalanannya, tim menghadapi tantangan teknis pada pemodelan tiga dimensi (3D) dan pemetaan tekstur visual agar tampil presisi saat dimainkan.

​Inovasi lain hadir dari Studio Idea Out melalui gim simulasi berjudul Pet Care Panic. Perwakilan studio, Faiz Fadillah, menjelaskan bahwa gim ini mengajak pemain berperan sebagai pengelola klinik hewan yang bertanggung jawab merawat hewan peliharaan seperti kucing dan anjing dengan mekanisme permainan yang memadukan unsur santai (cozy) dan dinamis (chaotic).

​”Saat ini gim sedang memasuki tahap pembenahan ulang (remake) selama tiga bulan. Tantangan utama kami berada pada koordinasi kerja jarak jauh (remote), mengingat anggota tim berdomisili di beberapa daerah berbeda,” ungkap Faiz.

​Potensi Board Game Analog untuk Keluarga

​Tidak hanya gim berbasis digital, Bandung Game Demo Day 2026 juga menampilkan karya permainan papan analog. Salah satunya Holiday Rush, board game bertema liburan keluarga yang dikembangkan oleh Rizky bersama timnya selama 10 bulan.

Baca juga:  Menakar Peluang Quatrick Jawa Barat: Antara Ambisi Prestasi dan Realitas Kebijakan Strategis

​Rizky menuturkan, Holiday Rush dirancang agar masyarakat dapat menikmati pengalaman berlibur bersama keluarga di rumah tanpa harus bepergian jauh. Karya yang kini memasuki tahap pencetakan massal tersebut mengutamakan keseimbangan antara aturan main yang fleksibel dan visual bebas hak cipta.

​”Tantangan terbesar dalam merancang board game adalah menciptakan mekanika permainan yang kasual namun tetap menarik, sehingga pemain tidak membutuhkan kurva pembelajaran (learning curve) yang rumit,” jelas Rizky.

​Pelaksanaan Bandung Game Demo Day 2026 menegaskan bahwa industri kreatif di sektor gim Kota Bandung terus berkembang pesat. Selain penguasaan teknologi, keberhasilan sebuah gim dipengaruhi oleh kedalaman narasi, estetika visual, serta keunikan pengalaman bermain yang ditawarkan kepada publik. (PM)