Porosmedia.com, Depok – Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok menyelenggarakan kegiatan bertajuk Fantastic Walk Harmoni di Alun-Alun Grand Depok City (GDC), Sabtu (17/01/2026). Acara ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan kerukunan umat beragama di Kota Depok.
Kegiatan yang diikuti oleh ratusan pegawai Kemenag serta elemen masyarakat ini diawali dengan jalan santai (walkathon). Kemeriahan acara kemudian berlanjut dengan agenda spiritualitas berupa pembacaan tahlil, tahmid, dan doa bersama sebagai wujud syukur atas pengabdian Kementerian Agama kepada bangsa selama delapan dekade.
Kepala Kantor Kemenag Kota Depok, H. Enjat Mujiat, S.Ag., M.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa Kemenag bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan keagamaan.
”Keberagaman suku, agama, dan budaya di Kota Depok adalah kekuatan yang harus kita rawat bersama. Pancasila merupakan titik temu yang mempersatukan seluruh elemen bangsa,” ujar H. Enjat.
Ia juga menekankan bahwa program keagamaan tidak boleh hanya bersifat formalitas, melainkan harus hadir sebagai solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat demi mewujudkan Depok yang religius, maju, dan harmonis. Dalam kesempatan tersebut, dipanjatkan pula doa khusus bagi Bapak Haji Selamat agar diberikan kelancaran dan keberkahan dalam menjalankan ibadah haji.
Turut hadir dalam acara tersebut, Wali Kota Depok, Supian Suri, yang menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi Kemenag. Secara personal, ia mengungkapkan memiliki kedekatan emosional dengan instansi ini karena latar belakang keluarganya yang mayoritas merupakan pengabdi di lingkungan Kementerian Agama.
Wali Kota memaparkan sejumlah langkah strategis Pemkot Depok dalam mendukung sektor pendidikan dan pelayanan keagamaan, di antaranya:
- Pendidikan Gratis: Dukungan pembiayaan bagi siswa di MTs Negeri, SMP Negeri, serta sekolah swasta mitra pemerintah, khususnya bagi warga kurang mampu.
- Penguatan Sarana: Rencana hibah gedung MTsN 2 Kota Depok dan penunjukan Madrasah Tsanawiyah dalam Program Rintisan Sekolah Standar Global (RSSG).
- Fasilitas Haji: Penyediaan kantor sementara untuk urusan Haji dan Umrah guna meningkatkan kenyamanan pelayanan bagi calon jamaah.
- Wajib Belajar 13 Tahun: Penekanan pada pendidikan anak usia dini (PAUD/TK/RA) serta peningkatan kesejahteraan guru melalui dukungan biaya operasional yang lebih baik.
”Menjaga kebersihan kota dan keharmonisan masyarakat adalah tanggung jawab kita bersama. Sinergi ini harus terus kita jaga demi kemajuan Depok,” pungkas Supian Suri.
Acara ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, perwakilan lembaga keuangan, jajaran instansi vertikal, serta seluruh kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kota Depok. Sinergi antara pemerintah, tokoh lintas agama, dan masyarakat diharapkan menjadi fondasi kokoh dalam menjaga toleransi dan persatuan di Kota Depok.
Tony | Porosmedia







