Melonjak Signifikan, Kunjungan Wisatawan Nataru di Kota Bandung Tembus Dua Kali Lipat Target

Avatar photo

Porosmedia.com, Bandung – Kota Bandung mengukuhkan posisinya sebagai destinasi wisata utama nasional selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Berdasarkan data terbaru, volume kunjungan wisatawan tercatat melonjak tajam hingga dua kali lipat dari target yang diproyeksikan sebelumnya.

​Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, menyatakan bahwa realisasi di lapangan jauh melampaui prediksi awal yang dilakukan bersama pihak Kepolisian.

​”Berdasarkan pemantauan arus kendaraan dan prediksi awal, kami mengestimasikan sekitar 4,5 juta pengunjung. Namun, data terkini menunjukkan tren yang jauh lebih positif dan angka kunjungan real di lapangan melampaui angka tersebut secara signifikan,” ujar Adi dalam keterangannya, Senin (5/1/2026).

Lonjakan ini dipicu oleh pergeseran tren destinasi wisatawan domestik. Adi menganalisis bahwa penurunan volume pengunjung di beberapa destinasi jarak jauh, seperti Bali, menguntungkan Kota Bandung secara geografis.

​”Kota Bandung menjadi pilihan yang lebih rasional, efisien, dan mudah dijangkau bagi wisatawan, khususnya dari wilayah Jabodetabek,” tambahnya.

​Efek domino dari lonjakan kunjungan ini juga terlihat nyata pada sektor perhotelan:

  • Pusat Kota (Kawasan Alun-alun & Sekitarnya): Okupansi mencapai 100 persen.
  • Area Penyangga (Pinggiran Kota): Okupansi berada di kisaran 60 hingga 80 persen.
Baca juga:  Target Pasarkan 120.000 MT CPO Bersertifikasi Internasional, PTPN IV PalmCo Proyeksi Raup Tambahan USD3,6 Juta Premium Price

Meskipun mencatatkan angka yang fantastis, Disbudpar Kota Bandung tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menetapkan target di masa mendatang. Pemerintah Kota sedang melakukan validasi data detail mengenai asal wisatawan dan preferensi destinasi untuk menyusun strategi pariwisata tahun 2026 yang lebih akurat.

​”Setelah seluruh data masuk, kami akan menghitung proyeksi tahun depan dengan mekanisme yang mempertimbangkan kenaikan persentase kunjungan secara terukur. Kami optimis pariwisata tetap menjadi lokomotif ekonomi lokal Bandung,” pungkas Adi.