Edukasi Pengelolaan Sampah Mandiri, Komunitas KPSM Gelar ‘Ramadhan Berkah ke-3’ di Ujungberung

Avatar photo

Porosmedia.com, Bandung – Sebagai upaya nyata menekan volume sampah organik rumah tangga di Kota Bandung, Komunitas Kawasan Pengelolaan Sampah Mandiri (KPSM) kembali menggelar agenda tahunan bertajuk “Ramadhan Berkah ke-3 KPSM Tahun 2026”.

​Kegiatan yang berlangsung pada Senin (16/03/2026) di Aula Kantor Kelurahan Pasanggrahan, Kecamatan Ujungberung ini difokuskan pada pelatihan life skill pengolahan sampah terpilah. Mengingat kapasitas ruangan, tercatat sekitar 60 peserta hadir mengikuti sesi edukasi dari target awal 100 undangan yang terdiri dari unsur Petugas Gorong-gorong dan Kebersihan (Gober), petugas pengumpul sampah (Gaslah), marbot masjid, caraka, hingga aktivis lingkungan.

​Dalam sesi teknis, para peserta mendapatkan materi langsung dari praktisi lingkungan yang mumpuni. Dedy Dharmawan memaparkan praktik pembuatan komposting metode open windrow dan pembuatan Mikro Organisme Lokal (MOL). Sementara itu, Bah Bahrudin mendemonstrasikan pemanfaatan sampah melalui pembuatan Eco Enzyme.

​Tidak hanya berhenti pada sampah organik, Ketua Komunitas KPSM Kang Yayan juga turut memberikan pelatihan pembuatan purwarupa dari sampah residu melalui teknik Ecobrick serta kreativitas seni Betrak Betruk Art.

Baca juga:  Yonarmed 4/105 GS, Gelar Latihan Bersama MTT SFAB US Army

​Ketua Komunitas KPSM Kang Yayan menekankan bahwa inti dari kegiatan ini adalah mengubah pola pikir masyarakat dalam menangani sampah sisa makanan dan dapur.

​”Penting bagi setiap pengolah sampah untuk memastikan sampah organik terkelola sepenuhnya di tingkat masyarakat. Target utama kita adalah mengurangi seoptimal mungkin percampuran sampah organik dan anorganik. Hal ini krusial untuk mencegah dampak bau tidak sedap serta menekan lonjakan volume sampah di TPS maupun TPA,” jelasnya.

​Selain dibekali keterampilan teknis, para peserta yang hadir—terutama dari kalangan Gaslah, caraka, marbot, serta petugas sampah tingkat RW—mendapatkan apresiasi berupa paket sembako sebagai cinderamata. Bagi peserta kategori dhuafa dan mustahik yang berhalangan mengikuti sesi penuh, panitia juga menyalurkan bantuan sembako beserta santunan transportasi.

​Melalui kegiatan ini, KPSM berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing, sehingga pengelolaan sampah mandiri bukan lagi sekadar wacana, melainkan aksi nyata yang berkelanjutan.