Kinerja Polsek Pancur Batu Disorot: Laporan Dugaan Fitnah ‘Uang Damai’ 250 Juta Mandek?

Avatar photo

Porosmedia.com, Pancur Batu – Kinerja Polsek Pancur Batu di bawah kepemimpinan Kompol Junaidi menuai kritik tajam. Pasalnya, penanganan laporan kasus dugaan fitnah terkait tuduhan pemerasan senilai Rp250 juta disinyalir jalan di tempat atau “diperam”.

​Laporan yang melibatkan orang tua pelaku pencurian toko ponsel tersebut merupakan limpahan dari Satreskrim Polrestabes Medan. Namun, hingga saat ini, pihak terlapor diduga belum juga diperiksa oleh penyidik Polsek Pancur Batu.

​Muncul spekulasi di tengah masyarakat mengenai adanya dugaan intervensi dari oknum tertentu yang mencoba melobi pihak kepolisian agar perkara ini tidak berlanjut.

​Putra Sembiring, selaku pelapor, mengungkapkan rasa kecewanya terhadap pelayanan penyidik. Ia merasa penanganan perkaranya cenderung berlarut-larut tanpa progres yang transparan.

​“Saya sudah berulang kali mendatangi Polsek dan menghubungi penyidik via telepon, namun responsnya selalu tidak memuaskan dengan alasan sibuk. Di mata hukum seharusnya semua sama, jangan ada kesan istimewa terhadap pihak tertentu,” ujar Putra kepada wartawan, Kamis (26/03/2026).

​Putra menegaskan, tuduhan yang dialamatkan kepadanya mengenai pemerasan Rp250 juta adalah fitnah keji. Ia mengklaim tidak pernah memaksa apalagi menerima uang sepeser pun sebagaimana yang dituduhkan oleh pihak terlapor.

Baca juga:  Membangun Kemandirian Melalui Peternakan Dika Utama Farm di Kaki Gunung Tampomas

​Terkait isu adanya upaya lobi dari oknum yang diduga membekingi terlapor, Putra menyatakan tidak akan tinggal diam. Ia berencana membawa masalah ini ke tingkat yang lebih tinggi.

​“Jika tidak ada kepastian hukum, saya akan segera menyurati Kapolri, Kabid Propam Polda Sumut, bahkan Presiden Prabowo. Saya hanya minta keadilan agar laporan saya ditindaklanjuti secara profesional,” tegasnya.

​Hingga berita ini diturunkan, Kapolsek Pancur Batu Kompol Junaidi belum memberikan tanggapan resmi saat dikonfirmasi oleh awak media.

​Menariknya, sesaat setelah awak media melakukan konfirmasi kepada Kapolsek, Putra mengaku tiba-tiba dihubungi oleh penyidik. “Penyidik baru saja menghubungi saya dan mengatakan bahwa saksi-saksi baru akan diperiksa pada hari Minggu mendatang,” tutup Putra. (***)