BKAD Kota Bandung Soroti Ketidaksinkronan Data Google: Status Kebun Binatang Masih Terkunci Rapat

Avatar photo

Porosmedia.com, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) mengeluarkan peringatan keras bagi masyarakat dan calon wisatawan terkait status operasional Kebun Binatang Bandung. Meski di platform digital seperti Google Maps terpantau berstatus “Buka”, kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik.

​Kepala Bidang Inventarisasi Aset Barang Milik Daerah (BMD) BKAD Kota Bandung, Awal Haryanto, menegaskan bahwa hingga Senin (23/3/2026), kebijakan penutupan objek wisata ikonik tersebut masih berlaku secara resmi.

​Ketidaksinkronan data pada mesin pencarian Google disinyalir menjadi pemicu potensi kesalahpahaman publik. Awal menyebutkan bahwa data yang belum terperbarui (update) di platform global tersebut tidak bisa dijadikan acuan validitas operasional.

​“Status di Google itu belum ter-update. Pada kenyataannya, Kebun Binatang Bandung masih ditutup dan belum menerima kunjungan,” tegas Awal dalam keterangan resminya, Senin.

​Langkah Pemkot Bandung untuk tetap mengunci akses publik ke kawasan tersebut disebut sebagai bagian dari kebijakan strategis pemerintah daerah. Masyarakat diimbau untuk bersikap skeptis terhadap informasi non-formal dan selalu melakukan verifikasi melalui kanal resmi pemerintah.

Baca juga:  Maklumat Penyelamatan Kebon Binatang Bandung 

​Di balik alasan teknis penutupan, BKAD mengisyaratkan adanya proses fundamental yang sedang berjalan di internal birokrasi. Saat ini, kawasan tersebut tengah memasuki fase penataan aset guna memastikan seluruh aspek administratif dan legalitas berdiri di atas landasan hukum yang tepat.

​Lebih jauh, penutupan ini menjadi masa transisi krusial sebelum dilakukan penunjukan pengelola baru. Pemkot Bandung menjanjikan bahwa mekanisme seleksi operator ke depan akan dilakukan secara sah dan transparan, demi menghindari sengketa pengelolaan di masa mendatang.

​”Penutupan dilakukan sebagai bagian dari upaya penataan pengelolaan ke depan, termasuk proses penunjukan pengelola baru melalui mekanisme yang sah dan transparan,” pungkasnya.

​Hingga berita ini diturunkan, kawasan Kebun Binatang Bandung masih dalam pengawasan ketat, menunggu kepastian kapan pintu gerbang akan kembali dibuka bagi publik dengan manajemen yang lebih akuntabel. (Red)