Porosmedia.com, Bandung – Universitas Padjadjaran (Unpad) kembali mencatatkan sejarah prestasi melalui salah satu lulusannya dalam Upacara Wisuda Gelombang II Tahun Akademik 2025/2026. Adalah Stefani Yolin Israel Kambu, mahasiswi asal Kabupaten Asmat, Papua Selatan, yang berhasil meraih gelar Sarjana Kedokteran (S.Ked) di usia yang sangat belia, yakni 19 tahun 2 bulan.
Prestasi Stefani menjadikannya sebagai wisudawan termuda pada prosesi wisuda yang digelar di Graha Sanusi Hardjadinata, Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Bandung, awal Februari lalu.
Meski menyandang predikat wisudawan termuda, Stefani tetap rendah hati. Ia mengaku bahwa keberadaannya di tengah rekan-rekan berprestasi di Fakultas Kedokteran (FK) Unpad justru menjadi pelecut semangat untuk membuktikan kualitas putera-puteri Papua.
“Hal itu justru memotivasi saya untuk terus berkembang dan membuktikan bahwa saya sebagai anak Papua pasti bisa,” ujar Stefani saat diwawancarai tim Media Unpad, Rabu (11/2/2026).
Perjalanan Stefani menuju kampus impian dimulai sejak kelas 3 SMA. Melalui kerja sama strategis antara Pemerintah Kabupaten Asmat dengan FK Unpad, ia mendapatkan peluang beasiswa. Namun, tiket tersebut tidak didapat dengan cuma-cuma; Stefani harus tetap melewati ketatnya kompetisi melalui jalur Seleksi Mandiri Universitas Padjadjaran (SMUP).
Selama masa studi, Stefani menekankan bahwa manajemen waktu adalah kunci utama. Di tengah jadwal akademik kedokteran yang padat, ia juga aktif dalam berbagai organisasi dan kepanitiaan guna mengasah kemampuan kepemimpinan serta soft skills.
Keberhasilan Stefani ini menjadi bukti nyata dari visi Unpad sebagai kampus yang unggul, inklusif, dan berdampak. Unpad terus berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan terbuka yang menghargai keberagaman latar belakang, suku, dan budaya, guna memastikan hak pendidikan setara bagi seluruh anak bangsa.
Di akhir sesi, Stefani memberikan pesan menyentuh bagi generasi muda di tanah kelahirannya.
“Untuk semua anak-anak Papua, jangan pernah takut bermimpi besar. Usaha tidak akan mengkhianati hasil. Ingat, orang tua dan keluarga sudah berjuang keras untuk kita, maka mari kita berjuang demi melihat senyum di wajah mereka,” tutupnya.







