Porosmedia.com, Jakarta – Kediaman resmi Duta Besar Republik Islam Iran di Jakarta dipenuhi ratusan karangan bunga sebagai bentuk penghormatan terakhir atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei. Ungkapan duka cita tersebut datang dari berbagai lapisan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di seluruh penjuru tanah air.
Sebanyak 100 karangan bunga dari pengurus dan kader PSI tingkat provinsi hingga kota/kabupaten dikirimkan sebagai bentuk empati dan simpati mendalam atas peristiwa besar yang melanda kawasan Timur Tengah tersebut.
Direktur Penggalangan Relawan DPP PSI, Furqan AMC, yang hadir langsung di Rumah Dinas Kedutaan Besar Republik Islam Iran, Jalan Madiun, Jakarta Pusat, menegaskan bahwa langkah ini merupakan manifestasi dari nilai kemanusiaan universal.
”Dalam tradisi diplomasi internasional, menyampaikan belasungkawa adalah bentuk penghormatan kemanusiaan yang melampaui perbedaan politik maupun ideologi. Kami hadir untuk menunjukkan solidaritas antarbangsa,” ujar Furqan setelah diterima oleh Duta Besar Iran, Jumat (6/3).
Langkah ini juga dipandang selaras dengan sikap resmi Pemerintah Republik Indonesia. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan surat belasungkawa resmi melalui Menteri Luar Negeri Sugiono kepada pemerintah Iran.
Pantauan di lokasi menunjukkan deretan karangan bunga dari jajaran teras DPP PSI, mulai dari Ketua Umum Kaesang Pangarep, Sekretaris Jenderal Raja Juli Antoni, hingga Ketua Harian Ahmad Ali. Tak ketinggalan, ucapan duka juga datang dari Dewan Pembina, Dewan Pakar, Mahkamah Partai, hingga seluruh 38 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) se-Indonesia.
Uniknya, dari 100 papan bunga yang dikirimkan, 50 di antaranya memuat kutipan inspiratif (quote) dari tokoh-tokoh besar dunia mengenai kebangsaan dan perjuangan melawan imperialisme. Nama-nama seperti Bung Karno, KH Hasyim Asy’ari, Nelson Mandela, hingga Mahatma Gandhi menghiasi deretan bunga tersebut, membawa pesan perdamaian dan keadilan global.
”Kehadiran karangan bunga dari kader PSI ini adalah simbol bahwa politik Indonesia tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, penghormatan antarbangsa, serta diplomasi yang beradab,” tutup Furqan.







