Porosmedia.com, Bandung – Menanggapi kerawanan dan minimnya penerangan di sejumlah titik vital kota, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung akhirnya melakukan percepatan pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan Taman Lalu Lintas. Langkah ini diambil setelah adanya instruksi langsung dari Wali Kota Bandung guna menekan potensi kriminalitas dan gangguan keamanan di malam hari.
Berdasarkan pantauan lapangan pada Sabtu (11/4/2026), pengerjaan difokuskan pada empat ruas jalan utama yang mengelilingi ruang publik tersebut, yakni Jalan Kalimantan, Jalan Belitung, Jalan Sumatra, dan Jalan Aceh.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Transportasi Dishub Kota Bandung, Panji Kharismadi, mengungkapkan bahwa pihaknya melakukan pendekatan berbeda di tiap ruas jalan. Di Jalan Kalimantan, Dishub memilih mengoptimalkan tiang mandiri yang sudah ada dengan penambahan setang lampu (bracket) untuk menerangi area trotoar.
”Kami tambahkan setang untuk menerangi jalur pejalan kaki agar lebih aman. Total ada 8 titik yang kami optimalkan di ruas tersebut,” ujar Panji saat ditemui di lokasi.
Namun, perhatian khusus diberikan pada Jalan Sumatra dan Jalan Aceh. Di dua lokasi ini, Dishub membangun infrastruktur baru karena kondisi eksisting yang dinilai masih minim cahaya. Sebanyak 20 titik PJU baru dipasang di Jalan Sumatra dan 10 titik di Jalan Aceh.
Dibalik percepatan ini, terungkap fakta mengenai rusaknya sejumlah fasilitas pendukung akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab. Panji membenarkan adanya temuan handhole (lubang kabel bawah tanah) yang rusak atau hilang dicuri.
”Kami temukan banyak tutup handhole yang hilang. Sebagai langkah antisipasi hukum dan keamanan fasilitas negara, saat ini tutup tersebut sudah kami ganti dan diperkuat dengan sistem las agar tidak mudah dicuri kembali,” tegasnya.
Meski target pemasangan telah selesai, proses finishing di Jalan Kalimantan sempat terkendala cuaca ekstrem. Hujan deras yang mengguyur Kota Bandung dalam dua hari terakhir diakui menjadi hambatan utama dalam tahap perapian kabel dan tiang.
Pembangunan ini mendapat respons dari masyarakat yang kerap beraktivitas di area tersebut. Suherman, warga Naripan, mengapresiasi langkah taktis pemerintah, namun ia juga berharap adanya pemeliharaan rutin agar anggaran yang dikeluarkan tidak terkesan mubazir.
”Sekarang jadi lebih terang dan bersih. Harapannya jangan hanya dipasang lalu dibiarkan rusak lagi. Kalau terang, warga jadi merasa aman untuk olahraga malam,” tuturnya.
Pihak Dishub pun mengimbau masyarakat untuk bersama-sama melakukan pengawasan terhadap fasilitas publik ini. Dengan total 30 titik PJU baru, kawasan Taman Lalu Lintas kini diharapkan tidak lagi menjadi titik buta (blind spot) yang rawan terhadap tindakan negatif di jantung Kota Bandung.







