Respons Ketimpangan Akses Layanan Mental: Puskesmas Cipadung Hadirkan Layanan Psikologi Terintegrasi, 68 Puskesmas Lain Masih Menunggu

Avatar photo

Porosmedia.com, Bandung –  Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pendampingan kesehatan jiwa melahirkan tantangan besar bagi sistem pelayanan kesehatan primer di Kota Bandung. Mengingat dari total 80 puskesmas di Kota Bandung, baru 12 puskesmas yang terfasilitasi tenaga psikolog klinis, UPTD Puskesmas Cipadung kini mengambil langkah progresif dengan mengintegrasikan layanan psikologi ke dalam Integrasi Layanan Primer (ILP).

​Sejak dioperasikan pada Mei 2026, kehadiran psikolog klinis di Puskesmas Cipadung menjadi angin segar sekaligus potret nyata tinggi beban masalah kesehatan mental masyarakat, khususnya di tingkat tapak.

​Kepala UPTD Puskesmas Cipadung, Rahmi Firda Kusumawati, menegaskan bahwa kesehatan jiwa masyarakat tidak lagi bisa dipandang sebelah mata. Pendampingan profesional harus menjadi standar pelayanan yang berkelanjutan, bukan sekadar program sementara.

​”Masyarakat sangat membutuhkan benteng kesehatan jiwa dan mental yang kuat. Harapan kami program ini terus berkesinambungan dan tidak berhenti di tengah jalan,” ujar Rahmi, Kamis (15/10/2026).

Beban Pelayanan Tinggi dan Intervensi Dini Kritis Remaja

​Tingginya urgensi layanan mental terlihat dari padatnya jadwal konsultasi harian. Psikolog Puskesmas Cipadung, Delis Larasaty Putri, mengungkapkan bahwa setiap harinya ia menangani 6 hingga 7 pasien, bahkan melonjak hingga 9 pasien pada hari Sabtu.

Baca juga:  SBNI DPC Kota Bandung Jalin Audiensi dengan UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah IV Bandung

​Pasien yang datang tidak hanya berasal dari wilayah kerja Cipadung, tetapi juga dari lintas kawasan lain—menunjukkan betapa terbatasnya akses fasilitas kesehatan mental terjangkau di wilayah Bandung Timur dan sekitarnya.

​Proses penanganan tidak sekadar konseling singkat, melainkan melalui penapisan (screening) komprehensif untuk mengurai akar masalah klinis mapun sosial pasien.

​Selain pelayanan di dalam gedung (baik rujukan internal maupun mandiri), Puskesmas Cipadung menembus batas pelayanan luar gedung untuk merespons krisis mental remaja. Penanganan dilakukan secara aktif melalui:

  • ​Pertolongan Pertama pada Masalah Kesehatan Jiwa (P3LP) yang telah menjangkau 17 sekolah tingkat SMP hingga SMA.
  • ​Integrasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan CKG Sekolah, untuk mendeteksi dini pelajar yang membutuhkan pendampingan khusus sebelum kondisi psikologisnya memburuk.

​Dorong Aksesibilitas dan Pengikisan Stigma

​Kehadiran layanan psikologi di tingkat puskesmas merupakan krusial untuk memangkas hambatan finansial dan stigma negatif yang selama ini melekat pada isu kesehatan jiwa.

​Pemerintah Kota Bandung melalui Diskominfo dan Dinas Kesehatan terus mendorong agar model integrasi layanan primer seperti di Puskesmas Cipadung ini dapat direplikasi secara merata ke seluruh puskesmas di Kota Bandung, guna memastikan tidak ada warga yang terabaikan hak kesehatan mentalnya.