Mungkinkah Kolaborasi terjadi antara PKB dan Gerindra di Pilkada Bandung

Jajat Sudrajat

Porosmedia.com — Perhelatan Pesta Kontestasi Pilkada Kota Bandung semakin megerucut, para Bacallon sudah bisa di mainkan atau dipasangkan.

Tidak ada yang tidak mungkin dalam politik berlaku dinamis dan elastis. Dari sini sudah dapat melihat dalam memasangkan lawan pasangan yanh di anggap ideal menurut kacamata publik masyakartat Kota Bandung yakni antara Erwin dan Dhani.

Pasangan tersebut punya nilai komersil jika di sandingkan. Pasalnya, masing masing punya nilai lebih dan kurangnya bahkan bisa saling menutupi kelemahan kekurangan.

Publik jaman Now lebih menyukai pasangan yang romantis baik perawakanya cakap, tegap dan pintar mengikuti wawasan kebangsaan dengan dasar kemampanan dan pemahaman.

Bicara Gerindra dan PKB sudah memenuhi target 20 % hitungan KPUD . Belum sayap sayap dan simpul-simpul masing masing di Publik masyakartat beraneka organ dan relawan turut memdukung nya.

Saya sebagai Pegamat Kebijakan Publik dan Politik, peluang kesempatan Erwin – Dhani bisa bersatu untuk memenagkan Pilkada 27 Nopember 2024 mendatang.

Tinggal saya kembalikan Para otoritas elit Partai, mampukah membaca permainan politik antara lawan dan kawan jika di pandang tingkat kepentigan politiknya lebih besar. ‘Why Not’, Secara alur tingkat pusat sudah memberikan sinyalement Partai PKB merapat pada Gerindra.

Baca juga:  Sidang Pilpres di MK: “Dissenting” versus “Di-setting” Opinion

Di sini Kita harus mampuh membaca kedepan lebih maju. Saya punyq keyakinan atas pasangan Erwin dan Dhani dapat merubah paradigma positif bagi Kota Bandung ke depan untuk membawa perubahan baik alur sistem pemerintahan maupun pola main birokrat.

Berbeda seperti yang sedang berjalan. Dari era milenial ini harus megikuti jaman yang berkembang, baik sistem digitalisasi maupun perkembagan ekonomi masyakarat semakin terus maju. Harus membagi dengan sumber daya manusia yang seimbang di jamanya..

Semoga saja pasangan Erwin – Dhani di jadikan catatan bagi yang berkepentingan elit partai. serta menjadi bahan diskusi agar dalam menentukan sikap tidak salah langkah bagi Kota Bandung.

Pengamat Kebijakan Publik dan Politik : R. Wempy Syamkarya.