Meski Program KB Raih Banyak Penghargaan, di Purwakarta Masih Ada Keluarga Miskin Miliki 12 Anak

Avatar photo
Meski Program KB Raih Banyak Penghargaan, di Purwakarta Masih Ada Keluarga Miskin Miliki 12 Anak
Potret keluarga miskin yang miliki 12 anak di Kecamatan Maniis, Purwakarta. Sumber/foto: Sindonews.com

Porosmedia.com, Purwakarta Program Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Purwakarta meraih sejumlah penghargaan tingkat Provinsi Jawa Barat pada tahun 2022 ini. Ternyata di Kabupaten Purwakarta masih ditemukan satu keluarga yang memiliki 12 anak dan hidup bertahun – tahun dalam kemiskinan.

Sebelumnya, bertempat di Bale Nagri, pada Senin Rabu 09 Maret 2022 kemarin, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Purwakarta, Yayat Hidayat menyerahkan berbagai piagam penghargaan yang diraih oleh jajaran DPPKB kepada Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika.

Menurut rilis yang diterima porosmedia com, DPPKB Kabupaten Purwakarta dinyatakan terbaik ke- satu dalam capaian peserta KB baru lebih dari 100 persen pada tahun 2021. Kemudian masih dalam tahun yang sama, DPPKB Kabupaten Purwakarta juga mendapatkan apresiasi Kampung KB terbaik tingkat Provinsi Jawa Barat sebagai Kampung KB Cikal Mandiri yang diselenggarakan pada tanggal 30 November 2021 sampai 10 Januari 2022 lalu.

Selain itu, DPPKB Kabupaten Purwakarta juga meraih penghargaan terbaik ke- lima dalam pencapaian peserta KB baru MKJP lebih dari 100 persen pada tahun 2021. DPPKB Purwakarta juga meraih penghargaan terbaik ke- empat dalam capaian peserta KB baru MOP lebih dari 100 persen pada tahun 2021.

Baca juga:  Jasad Heru yang Tenggelam di Situ Cileunca Akhirnya Ditemukan Warga

Bupati Purwakarta mengaku sangat bangga dan mengapresiasi kepada Kepala DPPKB beserta jajarannya. Bupati Anne berharap hal tersebut dapat di pahami dan diikuti oleh masyarakat dalam pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB) dan pemasangan alat kontrasepsi.

“Tugas besar bagi DPPKB yaitu meyakinkan masyarakat dengan memberikan edukasi dan pengarahan terkait pentingnya program KB dan pemasangan alat kontrasepsi di tengah-tengah masyarakat. Diharapkan DPPKB Kabupaten Purwakarta dapat terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” kata Anne dalam keterangan tertulisnya.

Anne juga berharap para kader KB agar tidak berputus asa untuk terus memberikan edukasi atau KIE dimana pun berada.

“Sepuluh tahun yang lalu di Kecamatan Plered ada keluarga yang memiliki anak sampai 15 anak dan belum lama ini di Kecamatan Maniis ada keluarga yang memiliki 12 anak. Hal itu merupakan potret dimana sulitnya meyakinkan masyarakat untuk ikut dalam program KB,” kata dia.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan hal itu terjadi, yang pertama, karena memang belum tersampaikannya informasi soal KB yang sejelas – jelasnya ke masyarakat.

Baca juga:  Tanamkan Bakat Seni Sejak Dini, Satgas Yonif 122/TS Ajarkan Dasar Seni Alat Musik Angklung di TK Pir IV Papua

“Untuk itu, para kader ini harus terus berusaha, tidak ada hari libur, mereka harus tetap melakukan KIE atau komunikasi, informasi dan edukasi,” kata Anne

Sementara itu, keluarga miskin yang memiliki 12 anak itu merupakan pasangan suami istri bernama Dasep (49) dan Juju (40) warga kampung Mariuk, desa Sirnagalih, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta.

Melansir Sindonews.com, kondisi Dasep saat ini diketahui tengah mengidap penyakit stroke sehingga Dasep tak dapat bekerja untuk menafkahi sang istri beserta ke 12 anaknya. Untuk sekedar makan pun keluarga itu hanya mengandalkan belas kasihan dari para tetangganya. Selain itu, Dasep dan Juju beserta anak – anaknya juga tinggal dalam sebuah rumah panggung yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan.

baca juga: komisi III DPRD Purwakarta ancam hentikan proyek perumahan Bunder Residence

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *