Kekerasan Seksual Akibat Budaya Klenik

Kekerasan Seksual Akibat Budaya Klenik
Ilustrasi: Kekerasan Seksual Akibat Budaya Klenik. (Fabrizio/Ps)

Baru-baru ini ada sebuah berita yang cukup mengejutkan publik karena lagi dan lagi terjadi kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur dengan dalih pengobatan oleh seorang dukun dengan cara budaya klenik.

Porosmedia.comBudaya klenik memang sudah sangat melekat dengan negeri ini, tetapi sangat disayangkan pada zaman yang sudah modern ini, masih banyak yang percaya dengan budaya klenik. Padahal budaya ini, bisa membahayakan dan menyesatkan seperti terjadinya kekerasan seksual.

Seperti yang terjadi di daerah Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, terjadi kekerasan seksual dengan praktek perdukunan. Pelaku yang berinisial J alias Abah W berumur 46 tahun telah melecehkan anak gadis di bawah umur yang masih duduk di bangku SMA.

Hal ini berawal dari pelaku yang mengatakan bisa menyembuhkan pelet dan guna-guna yang terjadi pada anak gadis berusia 16 tahun. Kemudian, pelaku melakukan aksi bejadnya dengan memijat area sensitif pada anak gadis tersebut. Tidak hanya itu temannya pun yang berusia 15 tahun terlihat menangis karena sedang putus cinta. Akhirnya pelaku pun menawarkan hal yang sama kepadanya dengan memijat di area sensitif tersebut.

Kemudian, pada saat ditanya oleh Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo, pelaku mengatakan bahwa pasiennya tidak hanya anak di bawah umur, tetapi bisa juga mengobati ibu rumah tangga yang pernikahannya tidak harmonis. Bandung, Senin (21/03/22).

Sehingga, dapat diketahui bahwa budaya klenik masih tumbuh subur di Negeri ini. Pasalnya, banyak masyarakat yang masih mempercayai budaya klenik ini. Apalagi, budaya ini bisa merusak moral masyarakat.

Bagaimana tidak, di tengah himpitan ekonomi dan berbagai permasalahan lainnya membuat masyarakat hilang arah lebih memilih budaya klenik yang praktis untuk mendapatkan apapun utamanya sebuah materi.

Bahkan, negara yang seharusnya memberikan contoh yang benar malah ikut melakukannya dan masih memeliharanya contoh pada proyek pembangunan IKN yang diawali dengan prosesi Kendi Nusantara Ibukota Negara (IKN), sebagai simbol dimulainya pembangunan ibukota baru.

Budaya Klenik Dalam Pandangan Islam

Dalam Islam, budaya klenik merupakan perbuatan yang syirik (menyekutukan Allah). Pasalnya masyakarat lebih percaya pada manusia, dibandingkan kepada penciptanya sendiri, padahal Allah sang maha kuasa atas segala sesuatu yang berada di muka bumi ini. Budaya klenik termasuk dosa besar yang tidak akan diampuni oleh Allah SWT.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik). Dan dia mengampuni apa (dosa) yang selain syirik itu bagi siapa yang dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.(QS. An-Nisa ayat 48).

“Dosa apakah yang paling besar di sisi Allah? Beliau menjawab : Dosa yang membuat tandingan untuk Allah. Padahal dialah yang menciptakanmu”(HR.Bukhari dan Muslim).

Darisini, dapat kita pahami bahwa sebagai seorang muslim tentunya harus beramal Ma’ruf nahi Munkar (menjalankan segala yang Allah perintahkan dan menjauhi larangannya).

Saatnya, masyarakat tinggalkan budaya dan tradisi yang membawa kemudharatan (merugikan) dan kembalilah pada penerapan Islam secara kaffah (menyeluruh) dalam menjalankan kehidupan.

Wallohu’alam bi ashowabb

Baca juga:  Lomba Masak HUT Ke-76 Persit Kartika Chandra Kirana, Rempah Indonesia Perekat Kebhinekaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *