Porosmedia.com – Elang Nusantara kehilangan kebebasannya.
Hutan yang seharusnya menjadi ruang terbang berubah menjadi jerat perdagangan.
Ketika alam dirampas, elang ditangkap, dikurung, dan diperdagangkan sebagai komoditas.
Elang bukan sekadar satwa liar.
Mereka adalah penjaga keseimbangan ekosistem dan penanda sehatnya hutan Nusantara.
Hilangnya elang berarti rusaknya rantai kehidupan.
Rusaknya rantai kehidupan berarti ancaman bagi manusia dan alam itu sendiri.
Perdagangan satwa dilindungi bukan peristiwa terpisah.
Ia adalah krisis yang berlangsung hari ini, di sekitar kita.
Setiap transaksi mempercepat kepunahan.
Setiap pembiaran memperpanjang kejahatan terhadap alam.
Saatnya berhenti diam dan mulai bersuara.
Satwa liar bukan barang dagangan.
Hentikan perdagangan satwa dilindungi.
Kau peduli, aku lestari.
Salam lestari !







